dan bisakah kau lihat?
aku masih berdiri kokoh disini,
tak sekedar berdiri, tapi terus maju dan melaju…
Standing Still
2 minggu kiasu
Dua minggu ini rasanya kiasu banget. Wik en kemarin bikin 7 essays sampai diprotes Hanif. Lama-lama jenuh juga, dan agak capek. Tiap hari baru nyampe rumah di atas jam 11 malam, pagi2 bangunnya susaaah bener. Tapi yang saturated kayaknya ga cuma aku, teman-teman lain juga ada yang mulai bosen dan drop staminanya. Kemarin malam, one of them sampai minjem seluruh essays yang aku bikin karena dia bilang dia udah ga sanggup lagi menulis. To be more specific, yang dia cari adalah coretan2 lecturer di atas essays yang aku bikin. Padahal essays ku rata2 berantakan juga, dapet A juga baru sekali, tapi kayaknya dia terpengaruh gara2 lecturer pernah bilang essayku (suatu hari) adalah yang terbaik (secara teknis dan penyampaian), walau dari sisi vocab masih perlu banyak improvement.
Anyway, I really enjoy it ^_^, can not wait to submit my proposal…
Bunda ga boleh belajar, kata Hanif
Wik en kemarin, suatu pagi Bundo lagi asyik menulis beberapa essay Academic Writing. Pukul 8.30 pagi, Hafidz belum bangun dan biasanya hanif juga belum bangun. entah kenapa saat wik en mereka selalu bangun siang. Waktu lagi asyik-asyik nulis, tiba2 Hanif (2thn3bln) muncul dari kamar. Tanpa introduction, langsung duduk di hadapan Bundo, ngambil pensil yang lagi dipegang Bundo, lalu menutup buku dan kertas-kertas sambil cemberut.
Bundo : “eeeh abang dah banguun??? kok buku bund ditutup?”
catt: Bundo memang kadang menyebut ‘abang’ untuk Hafidz dan Hanif, karena suka ketuker
Hanif : **cemberut** “Butu ini jahiil sama ninip, butu ini buang aja”
Bundo : **jreeeng, dapet istilah jahil dari mana pula ini** “”kok jahil, jahil kenapa?, kan ini buku buat belajar”
Hanif :”belajar itu jahil, butu itu jahil, buang ajah. Ninip mau sama Bundo”
Ooooo cemburu rupanya… hohoho. Maap ya Nif, kirain hanif masih bobok
BB ilang
sedih deh.. bb ilang
sedih sama semua contact number dan foto2 serta video anak2..
udah di back up sih, tapi baru sampe september…
Nabi Ibrahim itu terbakar seperti Jagung, ya Bunda?
Mungkin ini adalah malam tahun baru yang paling menyenangkan. Hadirnya seperti kado bagi jiwa-jiwa letih di rumah kontrakan ini. Tentunya kecuali bagi Hafidz dan Hanif, duo-kompak yang ga pernah sedih. Dua momen yang bikin mereka ga kompak hanyalah ketika lagi rebutan mainan atau menentukan Bundo harus nyanyi lagu apa.
Usai acara ngebujuk Hafidz makan, Abah bergantian menjemput kami pulang pake motor. Rombongan terakhir adalah Bundo dan Hanif, setelah sebelumnya Hanif(2y2m) minta mampir dulu di toko kecil, beliin Abang Hafidz(3y9m) cemilan. Asyik sekali melihat Hanif megal megol heboh dan sibuk milihin ‘cemilan’ buat Abangnya. Walaupun sebagian besar diam2 bundo kembalikan lagi ke rak-nya, hihihi.. maap ya Nip. ‘Cemilan’ yang dipilihin Hanif mulai dari coklat payung (bang Hafidz maniak payung!), sabun mandi, strepsil, panadol sampai obat batuk.
Sampe di rumah, tiba2 Om Louvid, adik bundo yang lagi mampir ke Depok, punya ide bakar-bakar jagung. Jadilah kita heboh deh beli jagung mentah, kipas sate, nyiapin arang sampai acara berburu minyak tanah ke rumah makan padang. Acara minta minyak tanah adalah idenya om Louvid, selain bingung mau beli dimana, sekalian memperluas jaringan per-ranah-minang-an hehehe. Om Louvid ini memang gampang sekali bergaul dgn orang minang. Begitu menghuni suatu daerah, dalam hitungan hari dia sudah berkenalan dengan warga minang seputar sana, dengan fokus utama adalah sesama para pedagang
Hafidz dan Hanif heboh sekali. Mondar mandir keluar dan kedalam rumah, sibuk sendiri. Mulai dari gonta ganti sepatu, nyari nyari sapu, mengamati jagung mentah, mengagumi api, bernyanyi dan melompat-lompat. Hanif sibuk menasehati siapapun yang lupa pake alas kaki ketika di Halaman. Hanif punya standar kedisplinan yang menakutkan bang Hafidz. Selain mensyaratkan dirinya untuk langsung mandi saat bangun tidur, memakai baju yang rapi, Hanif juga selalu menasehati siapapun yg lupa pakai alas kaki diluar rumah. bahkan tergopoh-gopoh nyariin sandal dan sepatu.
Hafidz seperti biasa lebih banyak diam, merenung dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan :
“Di dalam api itu ada apa, yaa Bunda?”
“Api itu kenapa panas, yaa Bunda?”
“Nabi Ibrahim itu kata Dodo terbakar api, seperti jagung ya?”
dll
Bundo selalu senang mendengar pertanyaan Hafidz, apalagi cara dia mengucapkan “Yaa, Bunda”.. Seperti sedang bersyair…
Hafidz dan Hanif kemudian baru mau tidur menjelang tengah malam. Selain karena seru, juga karena masih segar bugar, tidur siangnya 4 jam! Hafidz dan Hanif selalu tidur siang mencapai 4 jam kalo dikelonin Bundo ^_^. Hal ini bagus sebenarnya, masalahnya Bundo nya juga ikut2an tidur kalo mereka bobow siang
Segitu dulu kali ya kisah tahun barunya. Banyak yang membahas mengenai cita-cita atau resolusi 2012. Bundo hanya ingin menjadi ibu yang baik, yang tepat, yang cerdas, yang pintar , yang dirindukan, yang dibanggakan, yang disayang, yang menentramkan, yang menyejukkan bagi anak-anak. Semoga apapun yang Bundo lakukan, selalu melibatkan kepentingan dan kenyamanan anak-anak.
Bundo teringat pesan di sebuah film, bahwa kadang-kadang kita terlalu banyak meminta di dalam do’a-do’a kita kepada Tuhan. Ada bagusnya juga jika kita sesekali fokus kepada bukan Meminta tapi berterimakasih saja atas segala yang pernah kita punya…
Perkembangan Hafidz Hanif des 2011
Tak terasa beberapa hari lagi tahun 2011 berakhir. Sudah tidak sabar rasanya meninggalkan tahun ini. Tahun yang tak akan pernah terlupakan. Tahun yang mengerikan, indeed.
well, lets talk about perkembangan Hafidz dan Hanif. Hafidz dan Hanif tumbuh makin besar dan selalu menjadi hadiah terindah dalam hidup ini
. Melihat mereka tumbuh, ceria, bahagia bahkan pertengkaran-pertengkaran lucu mereka selalu mampu hadirkan pijar-pijar semangat.
Hafidz
Hafidz, anak yang penurut. Cenderung melankolis dan tertutup. Perasaannya sangat halus, empati nya tinggi. Jika punya keinginan pasti tidak terang-terangan menyampaikan. Untuk anak usia 3 tahun 9 bulan, Hafidz cukup dewasa. namun saking halusnya perasaan Hafidz, kadang-kadang susah untuk menggali keinginannya. Hafidz sangat mudah diarahkan (kecuali masalah mandi!). Jika punya salah cepat sekali minta maaf (walau kadang langsung diulang lagi…).
Hafidz gampang kasihan dan ber-empati pada orang lain. Sangat mudah akrab dengan orang yang baru dikenal (agak mengkuatirkan sih..) dan gampang percayaan sama orang. Hafidz juga sayaaaang banget sama Hanif. Tapi kadang-kadang saking gemesnya, si adik suka dipeluk-peluk sambil ditimpa-timpa (katanya sayaaang..). Suka lucu ngeliat hanif yang bulet berisi berusaha melepaskan diri dari ke-gemes-an Hafidz yang jangkung dan kurus.
Hanif
Hanif cenderung pemberontak. Di usianya yang baru 2 tahun 3 bulan, Hanif jauh lebih cerewet dibanding bang Hafidz diusia yang sama maupun di usia saat ini (3th9bl). Hanif jauuh lebih ekspresif dalam mengemukakan ide, dan cenderung blak-blakan (kayak Bundo). Akhir-akhir ini Hanif suka menempatkan dirinya dlm posisi ‘pura2 menentang’, walau akhirnya nurut. Misalnya ketika diarahkan untuk menulis, Hanif langsung jawab “Butaaaaan, Hanif butaan mau menulis, tapi membacaaa”. Walau ujung2nya teteup aja dia nulis. Atau disuruh mandi “Butaaaan hanif butan mau mandi, tapi mau bobok ajah”, dan setelah bbrp menit malah diam2 ke kamar mandi.
Hanif cerewet dan suka mengatur. Mulai dari pilihan baju, pilihan bantal, bahkan menentukan cemilan apa yang harus dimakan sekarang. Jika Hafidz cenderung pasrah dgn semua pilihan baju dari bunda, Hanif tidak begitu. Jadinya tiap hari ada drama ‘pakai baju apa hari ini’. Dan karena baju mereka biasanya kembaran, mau ga mau bang Hafidz jadi ikut (dan bagi Hafidz ini bukan masalah penting).
Hanif juga cenderung iseng. Misal kalau lagi ada maunya, suka puji2 dengan pujian ciptaan sendiri. Contohnya saat dia memutuskan bahwa yang membuatkan susu saat ini adalah Bunda, maka keluarlah pujian mautnya “Nip mau mimik, tapi bunda yang bikiniiiin, karena bunda yang pandaaai, bunda yang cantiik”. Hal ini tidak akan pernah dilakukan Hafidz
.
Perbedaan dan persamaan
Perbedaan mencolok lain antara keduanya adalah masalah mandi. Hanif rajiiin mandi. Bangun tidur langsung harus mandi. Hafidz susaaaah sekali disuruh mandi. Skanya melingkar-lingkar dulu dimana-mana, atau malah belajar dulu (menulis atau membaca).
Persamaan yang memusingkan antara keduanya adalah masalah makan. Hafidz malaaaaaaaaaas makan. Dia bisa tahan ga makan nasi berhari2, hanya minum susu dan ngemil-ngemil ga jelas. Itu juga ga banyak. Hafidz yang jangkung jadi terlihat sangat kurus deh. Hanif juga males makan, kalaupun makan pasti dikiiit banget, Tapi Hanif rajin ngemil, makanya tetap terlihat berisi.
segitu dulu deh, nanti diupdate lagi ^_^
Lupa
Rindu dan lupa. Dua kata yang seolah tak ada hubungan, padahal sangat dekat.
Rindu meluangkan waktu bersama, sekedar mengomentari hujan.
Sebab sudah lupa rasanya.
Lupa sekali…
Resonansi Jiwa
Somehow,
suka merasa bahwa jiwapun pada hakekatnya terkadang saling ber-resonansi.
Resonansi bersyarat;
hanya untuk yang terikat kuat.
Tentang bagaimana preliminary nya,
dan sebesar apa resonansi-nya.
Dijawab oleh waktu.
Dan butuh waktu yang panjang untuk memilah antara anomali dengan sejati.