header image

Age

“Age is an issue of mind over matter. If you don’t mind, it doesn’t matter.”
by Mark Twain

“Sangat ingin keberkahan jangka panjang”
by Aa-2008

Google Chrome by Google

Google Chrome, browser ciptaan Google yang dilaunching awal bulan ini dipromosikan sebagai browser yang lebih cepat, lebih aman dan lebih mudah digunakan dibanding browser-browser lain pendahulunya. Sempat membingungkan mengingat selama ini bukannya Google berkawan akrab dengan Mozilla. Chrome versi beta dapat di-download di sini. Saya belum nyoba karena masih mission impossible dari kantor sini.

Misinya, ingin membuat browser sesimple mungkin namun memiliki performance yang stable, faster, secure dengan clean, simple and efficient user interface . Komik yang available di sini dengan title Behind the Open Source Project cukup menarik untuk disimak (belum selesai baca karena lumayan panjang).

Jadi ingin dengar pendapat orang-orang yang telah  mencoba memakai versi beta ini. Secanggih apakah? Dibandingin Firefox bagusan mana?.

Chrome… nama yang bagus J, kenapa namanya chrome ya?

Kenangan Ramadhan-dulu dan sekarang

Tadi malam ketika menikmati berbuka puasa sambil menimang Hafidz kecil (almost 6 months) yang berusaha menjangkau-jangkau piring di tangan saya, tiba-tiba saya tersadar bahwa ini adalah Ramadhan pertama saya bersamanya. Ramadhan yang rasanya begitu berbeda. Baru kali ditemani si mungil yang gemar tersenyum (beda banget ama emaknya yee..), dengan kejutan-kejutan baru setiap hari. Hadirmu sungguh istimewa, Nak.Kemudian tanpa direncanakan mengalirlah segala kilasan memori mengenai beberapa cerita ramadhan yang telah berlalu beberapa tahun terakhir :

1999 :
Ramadhan di penghujung tahun (Desember) dilewatkan bersama keluarga di Padang karena bertepatan dengan liburan semester 1. Pulang dari rantau (Bandung) dengan acara ‘pulang basamo’ bersama Unit Kesenian Minangkabau ITB (UKM-ITB), suatu organisasi yang mungkin paling melekat erat di hati saya sampai saat ini (meskipun hanya berada di sana 1 tahun lamanya) .

H-1 sebelum pulang ke Padang, saya sempat  ‘nongkrong’ di TPB-ITB. Tak disangka ada pengumuman aplikasi Singapore Scholarship. Iseng-iseng saya coba mendaftar. Suatu keisengan yang Read More »

[Traveling] Edinburgh 2008

prolog

Tiba-tiba saya tergelitik untuk menuliskan sedikit pengalaman di Edinburgh setelah akhir-akhir ini mempunyai ketertarikan yang tinggi tentang travelling. Tanpa sadar ketika berada di toko buku saya mulai sering berlama-lama di buku-buku mengenai tempat-tempat menarik di seluruh dunia sambil berfikir-fikir, kapan ya bisa ke sana, buy the experience, mengunjungi tempat-tempat baru, budaya baru, sejarah sebuah peradaban dan hal-hal lain yang berhubungan dengan tempat tersebut. Sepakat dengan perkataan Ibnu battuta: Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a stranger.

Di usia kanak-kanak saya sempat berkhayal tentang 2 tempat yang sangat ingin saya kunjungi, yaitu Jepang dan Scotlandia. Alasannya sederhana saja. Jepang; saya sangat suka mendengar bahasa jepang yang terdengar ‘lucu’ dan penduduknya yang ‘terkesan’ ramah.

Scotlandia; tak lain adalah pengaruh dari film kartun ‘candy-candy’. Saya terpesona dengan baju tradisional yang dikenakan oleh Anthony, Archie dan Steir (tartan lengkap dengan bagpipe-nya). Dan sebuah adegan yang menjadi favorit saya sampai sekarang, ketika so-called Prince of the Hill lengkap dengan Scottish outfit dan bagpipe menghibur candy kecil (6 thn) yang sedang menangis sambil berkata ““Little girl, you are prettier when you smile than when you cry”.  Anak-anak kadang punya cita-cita yang alasannya ‘gak jelas’ :P



On the way to
Maka pada suatu kesempatan yang mungkin tidak akan terulang lagi, berangkatlah saya ke Edinburgh setelah beberapa hari di London. Menuju Heathrow setelah menghabiskan beberapa jam di Bicister yang katanya wajib dikunjungi. Menurut saya yang lebih suka ‘buy the experience’ instead of belanja, Bicister adalah Read More »

wish list (book); CISSP

CISSP All-in-One Exam Guide

Oleh Shon Harris

Diterbitkan oleh McGraw-Hill/Osborne, 2008 (fourth edition)

 1112 halaman

ada yang mau beliin?

Launching House of uNisA at 8-8-8

Akhirnya, setelah beberapa bulan pindah hosting sana sini, diluncurkanlah website “House of uNisA” (www.unisa81.com) jumat lalu. Pemilik hosting adalah Abahnya hafidz. Sama sekali tak ada niat ikut-ikutan mensakralkan tanggal 8-8-8.

Ceritanya begini, sebenarnya sang website sudah dibuat berbulan-bulan namun belum juga dilaunching mengingat kesibukan the owner dan barang-barang produksi dari Tasikmalaya belum sepenuhnya siap (walaupun mesin produksi kita telah beroperasi). House of uNisA diniatkan memproduksi mukena dan baju koko saja pada saat ini.

Di hari rabu (6.8.8), permasalahan menyangkut produksi dan pemotretan masih belum selesai. Sementara menunggu, the owner justru ’tergoda’ dengan PERMATA JILBAB (yang ready image)  dan AMAZON’s product. The owner secara kebetulan menyelesaikan pembuatan websitenya di hari jumat . Jadilah ‘House of Unisa’ seperti yang anda lihat saat ini…

Semoga tetep fokus..

Merinding : rekaman black box Adam Air

Beberapa hari ini beredar rekaman black box Adam Air, rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat AdamAir 574  di saat-saat terakhir sebelum jatuh di Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007 . Awalnya aku sempat berfikiran bahwa itu ‘hoax’. Tapi setelah colek mbah google selama beberapa waktu, aku mulai berfikiran bahwa rekaman itu asli. Mestinya hal seperti ini tidak disebarluaskan, apalagi jika didengar oleh keluarga korban yang mungkin masih berusaha keras menghapus lara…

Merinding.. takut.. sedih.. dan kecamuk perasaan haru biru jika berani mendengarkan rekaman yang diakhiri dengan pekik ALlahu Akbar…

Betapa manusia itu lemah dan tak berdaya menghadapi maut. Ketika ajal menjemput sudahkah kita siap untuk suatu perjalanan teramat panjang di alam kubur dan alam sesudah mati?

Merasa gagal menjadi ibu

Akhirnya tak tahan juga menuliskan ini… 

Maafkan bunda, Nak

Awalnya,
Ketika bunda harus ninggalin Hafidz di usia 2.5 bulan untuk sebuah perjalanan dinas (yang PASTI tetap bisa jalan terus tanpa bunda). Sebuah tugas yang dikondisikan untuk tidak ditolak.

….

perasaan gagal itupun bermula.. 

Lemah memang diri bunda ini, Nak. Kembali ke cerita lama, bukankah memang  ’bekerja’ bagi bunda adalah sebuah keniscayaan? Dari sisi finansial terutama. Bukan untuk kita saja Nak, tapi juga bagi banyak pihak nun jauh di sana. Pembenaran kah ini, Nak? Lalu jika saat ini timbul konsekuensi seperti ini bukankah bunda mestinya siap? matang batin. Siap diri. Siap hati. Ikhlas?

Kemudian,
Tak lama sepulang dari perjalanan dinas yang panjang dan melelahkan batin engkau ternyata sakit. Duhai Nak, berpisah sekian jam per hari saja denganmu  rasanya gelombang rindu berubah menjadi tsunami yang membadai di dalam hati bunda, bisakah bayangkan berpisah denganmu 11 hari? kiamat di hati Bunda mungkin Nak. Hari-hari terasa begitu panjang. Kadang rasanya seperti mayat hidup yang berusaha tertawa dan mengerjakan ini itu sementara hati Bunda tertinggal bersamamu.

Perasaan gagal itu mulai semakin menyiksa…

Anak sempat tidak mengenali bunda. Tidak akrab lagi. 11 hari bagimu sudah cukup untuk membuat bunda berganti abah.

Dulu dekapanku mungkin tempat ternyaman bagimu…
Dulu, mungkin hanya bau badanku yang membuat lelap matamu…
Dulu, ASI adalah satu-satunya…
Dulu, kita adalah 2 teman akrab…
Setiap terbangun malammu adalah saat-saat yang begitu bundo tunggu Nak, untuk dapat meraihmu, memandang lelapmu dan memberimu makanan terbaik…

Setelah engkau sembuh pun kita menjadi berjarak ya Sayang…
Bagimu sekarang Abah adalah segala-galanya. Bahkan perlahan kau  pun mulai berpaling dari ASI bundo. Lambat laun sang ASI pun berkurang karena sadar kau pun tak lagi terlalu menyukainya Nak…

Sempat…  bunda masih bisa mengecohmu dengan tetap menyusuimu di lelap-lelap tidurmu. Dan engkau mau… !!! Bahagia sekali rasanya..

Perasaan gagal itu sedikit terobati…

Namun kemudian seiring bertambah usiamu, bertambah juga kepekaanmu, engkau tak mau lagi menyusu dalam keadaan terkecoh seperti itu. Dan mulailah penolakan-penolakan itu.

Penolakan yang memerihkan hati Bunda Nak… 

Bagimu bunda yang sekarang hanya tempat bermain, bermanja, tertawa, menangis, gembira, tapi bukan lagi tempat untuk menyusu… Padahal, tahukah kau Nak, itulah makanan terbaik bagi tumbuh kembangmu. Tak ada yang lebih baik.

Bunda sedih sayang…
Bunda merasa gagal… gagal sekali… padahal usiamu belumlah 5 bulan, namun bunda tak lagi berguna sebagai penyedia makanan terbaik bagi pertumbuhanmu…

Bunda tersudut di pojokan, terpuruk, menyesali, menangisi..

Apa yang bisa bunda lakukan untuk menebus ini Sayang…
Hilang sudah kesempatan memberi Hafidz makanan terbaik sampai usia 2 tahun..
Apa yang bisa bunda lakukan agar Hafidz kembali ingat kebersamaan kita saat momen-momen menyusui begitu luar biasa? Apa yang bisa bunda lakukan Nak…

setiabudi akhir juli 2008, saat rasanya begitu gagal menjadi ibu. Thx for Aa atas dukungan2 moral..