Saya rasa sangat tidak ada salahnya mengikuti ajakan seorang kawan . Sekedar ikut menyuarakan kata hati meneriakkan betapa saya termasuk hati yang tercabik-cabik melihat perlakuan Israel terhadap dunia (dalam hal ini, islam). Mungkin tak ada yang mampu saya lakukan selain qunut nazilah atau lantunan do’a-do’a tak putus berbalut kegeraman dan duka yang amat dalam…
Hanya orang yang tidak punya nurani yang bisa membenarkan itu. Dada terasa terbakar setiap kali mendengar perkembangan kebiadaban dari hari ke hari yang mereka lakukan. PBB tidak mampu berbuat apa-apa karena hak veto Amerika. Ya Allah, beri mereka hukuman seberat-beratnya!!!
Saya teringat dengan hasil salah satu wawancara dengan Syeikh Ahmad Yasin, di website info-palestina:
Maka siapa yang ingin kemenangan maka harus berani berkorban, dan di atas meja perundingan serta janji-janji palsu kemerdekaan itu tidak akan pernah ada. Siapa yang ingin tanah air harus berani membayar harganya, karena Allah SWT berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya Allah telah membeli harta dan nyawa orang beriman, bahwa mereka akan diberikan surga, (karena) mereka berperang di jalan Allah, mereka membunuh atau terbunuh.” Ini hal yang biasa, antara membunuh dan dibunuh”
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds




















2 Comments so far (Add 1 more)