mungkin imanku ini masih tipis bgt ya, uni?
segitu banyaknya nikmat tp msh aja sering sedih
Lama dulu termenung sebelum aku bisa menjawab kata-katanya.
Dibanding dengan sahabat Rasul, apalah kita ini, iman mungkin setipis kulit bawang. Karena itu mungkin kita mesti selalu berdo’a Yaa muqallabbal qullub, tsabit qalbi ‘alaa diinik, dan memohon Ihdinas-Shiratal Mustaqim setiap harinya.
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan. ” Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan”
Nikmat Sehat yaa Qowi
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat waktu luang yaa Muhshi
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat masa muda yaa Jalil
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat keindahan yaa Badii’
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat ilmu yaa Aliim
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat rezeki yaa Ghani’
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat mendengar yaa Samii’
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat melihat yaa Bashir
Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan
Nikmat iman yaa Allah
ah, kami malu padaMu Allah..

Maha Suci Allah,segala puji bagiNya.
Memang terkadang kita sebagai manusia tidak lepas dari khilaf. Hawa nafsu yang membikin kita lupa akan segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada semua hambaNya. Maha pengasih lagi Maha Penyayang Allah yang telah menciptakan bumi dan langit.
Seperti sabda Rasulullah :”Sungguh ajaib perihal orang mukmin, sesungguhnya semua urusan mereka adalah kebaikan. Dan keadaan ini tidak ada melainkan kepada orang yang beriman saja. Sekiranya dia medapat karunia dia akan bersyukur, maka jadilah karunia itu baik untuknya. Manakala apabila ditimpa musibah, dia bersabar. Maka jadilah musibah itu kebaikan untuknya.” Disana kunci hidup dapat kita petik adalah sabar dan bersyukur. Mari kita renungkan bersama, apakah kita sudah mensyukuri nikmat yang kecil???? Dari kita bangun tidur,beraktifitas dan sampai kita mau tidur lagi berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita? Mohon maaf lahir & bathin. Semoga Kita jadi umat yang selalu bersyukur dan bersabar.
Wasallam
[...] [tentang nikmat] http://blog.unisa81.net/2006/09/27/45/ [...]