header image

Ibu eksklusif

Photos hafidz terbaru :http://unisa99.multiply.com/photos/album/23/Hafidz_50_hari

Selama ini aku tidak pernah menduga bahwa menyusui bayi ternyata adalah salah satu saat yang paling indah dan menakjubkan. Memangkunya, memandangnya, menatap setiap detik ekspresi wajahnya, memegang tangannya, mencium baunya, membalas tatapan matanya, mencoba berbicara padanya dengan sayang yang sepenuh-penuhnya. 

Tanpa disadari, aku kemudian begitu menanti-nantikan waktu-waktu menyusui. Pagi hari,siang hari, tengah malam,semuanya. Bahkan tidur satu atau dua jam pun rasanya sudah cukup untuk membuat tubuh segar kembali asalkan setiap bangun bisa kembali memandang wajahnya dan menunggu saat-saat hausnya. 

Hari ini tanggal 14 mei, berarti umurnya tepat 2 bulan. Itu artinya 2 bulan penuh aku memberinya ’asi eksklusif’ sekaligus menjadi ’ibu eksklusif’ bagi Hafidz. Dua puluh empat jam penuh setiap harinya selalu bersama dia. Nonstop. Full time! Indaaaaah sekali. Aku menikmati setiap detiknya. Tidak hanya saat menyusui. Saat memandikan, menemaninya mengembangkan ekspresi ocehan-ocehannya, menggendongnya, memeluknya bahkan sekedar memandang ekspresi tidurnya. Cepat besar ya Hafidz bundo sayang… 

Hari ini tanggal 14 mei, berarti umurnya tepat 2 bulan. Itu juga berarti hari ini aku harus kembali ke kantor. Karena memang jatah cuti Cuma sampai bayi berumur 2 bulan. Bagaimana perasaanku? Sungguh tak terkatakan. Tiba-tiba rasanya menjadi begitu sedih, cengeng dan melankolis. Padahal berpisah dengan hafidz paling Cuma 10-11 jam sehari. Itu artinya masih tersisa 13 jam perharinya bersama dia. Bahkan sabtu dan minggu aku kembali bisa menjadi ’ibu eksklusif’. Tapi rasanya sunggguh begitu sedih.

Tiba-tiba aku tidak ingin bekerja dulu. Bagaimana kalau cutinya diperpanjang saja 6 bulan, atau kalau perlu setahun. Duh egoisnya. Apalagi seminggu ini tidak bisa menyusui Hafidz karena PD kiri dan kanan luka-luka bahkan sampai berdarah. Dicurigai karena akhir-akhir ini teknik menyusuiku salah,karena seharusnya payudara tidak sampai luka. Seminggu tidak bisa menyusui dan nyaris tidak bisa memeras ASI. Hasilnya, persediaan ASIP di kulkas nyaris menipis. Paling sekarang tahan untuk 2-3 hari. Karena itu juga bertekd kuat agar bisa memeras ASI di kantor sesering mungkin. Semoga, ya semoga. Masih belum rela rasanya memberi Hafidz makanan lain selain ASI. 

Selama ini aku tidak pernah menduga bahwa menyusui bayi ternyata adalah salah satu saat yang paling indah dan menakjubkan.Begitu bahagia bisa memberinya ASI eksklusif, dan ingin rasanya berkhayal tak hanya memberinya ASI eksklusif namun juga menjadi ’ibu eksklusif’ berbulan-bulan lagi. 

Bundo sayang padamu, Hafidz. Baik-baik di rumah ya Nak J Kita jumpa lagi jam 6 sore…

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

2 Comments so far (Add 1 more)

  1. ass..wr..wrb
    salam kenal ya buat bunda hafidz. seneng banget yah bisa memberi asi eksklusif. aku juga sekarang udah 3 bulan ngasih asi eksklusif tapi skrg lagi bingung. soalnya aku harus ninggal dia buat kuliah (ngerain skripsi). gimana ya biar si kecil tetap dapet asi eksklusif soalny dah dicoba pake dot atau disendoki juga tetap menolak. pengennya netek terus dari ibunya. mohon sarannya yah…

    1. putri on August 29th, 2008 at 9:58 am
  2. Wah, ceritanya bikin aku pingin nikah aja, nih. Mudah-mudahan Ibu sekeluarga senantiasa mendapat kekuatan dari Allah untuk bisa berikan ASI eksklusif ya. Minimal dua tahun.Amien.3X

    2. Sofian Hadianto on June 5th, 2008 at 12:29 pm

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*