Tulisan Abah
Alkisah pada Tahun 1980 lalu ada dua orang yang memiliki jumlah uang yang sama, masing-masing sebesar $612,56. Namun mereka memiliki selera yang berbeda dalam menimbun hartanya tersebut. Tuan Takur lebih suka menimbun hartanya dalam bentuk emas, maka ia membeli emas yang harganya satu ounze sebesar tepat 612,56, sesuai harga di London Bullion Market Price saat itu. Setelah itu ia menyimpan hartanya di bawah bantal di kamar tidurnya.
Orang kedua, Tuan tekor lebih suka menyimpan uang tunai, maka ia simpan uang sebesar 612,56 tersebut di bawah bantal di kamar tidurnya.
17 tahun kemudian, pada akhir 2007, keduanya bermaksud menggunakan harta masing-masing mereka. Kira-kira siapa yang lebih tepat atas keputusan menimbun harta mereka?

|
Tahun |
Harga emas/onz ($) |
Tingkat Inflasi (%) |
Present Value |
Hampir dipastikan bahwa jawabannya adalah Tuan Takur. Tapi berapa selisih keduanya?
Hampir dipastikan bahwa jawabannya adalah Tuan Takur. Tapi berapa selisih keduanya?
Menurut data yang saya peroleh dari www.goldprice.com yang bersumber dari London Gold Bullion Market, harga emas pada tahun 1980 adalah $612,56/ons, sedangkan pada tahun 2007, harga emas adalah $659,39 per oz. Nilai uang tuan Takur meningkat sebanyak $82,83 selama 17 tahun.
Berapa nilai uang riil Tuan Tekor pada akir tahun 2007?
Saya mencoba menghitung menggunakan present value, yaitu membandingkan nilai antar waktu dengan mempertimbangkan faktor inflasi.
Rumus yang saya gunakan adalah:
Vt = Vo/(1+i)
dengan:
<!–[if !msEquation]–>
Vo = nilai awal
i = angka inflasi pada waktu t.
Dalam kasus tersebut, dari tahun 1980 sampai tahun 2007 kita tidak bisa menggunakan rumus present value yang biasa digunakan :
Vt = vo x (1+i)^-n, karena besar inflasi tiap tahun berbeda-beda. Jadi mau tidak mau harus dihitung satu persatu.
Vt = V0/(1+i1)(1+i2)…(1+it)
Tapi beruntunglah karena ada MS Excel yang bisa memudahkan kita melakukan hal itu, dengan melakukan copy rumus, lalu tarik sesuai tabel data, diperolehlah hasil akhir perhitungan.
Menurut perhitungan saya, jumlah uang Tuan Tekor pada tahun 2007, hanyalah menjadi sebesar $41,57 relatif tergadap nilai pada akhir tahun 1979 yang sebesar $612,56. Jadi nilai riil uang Tuan tekor hanya sebesar 6,79%, berkurang sebanyak 93,21% dari nilai semula, akibat tergerus inflasi.Dalam hal ini Tuan Takur lebih tepat dalam mengambil keputusan.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah investasi Tuan Takur lebih tinggi atau tidak dibandingkan dengan angka inflasi?
Menurut perhitungan saya, dengan memodifikasi rumus di atas, uang sebesar $612,56 pada tahun 1980, pada akhir tahun 2007 nilainya nilai riil-nya sebesar $ 9.025,81.
Kalau begitu, nilai harta keduanya masih jauh dibawah kenaikan laju inflasi, tentunya jika mereka hidup di Indonesia dengan tingkat inflasi yang relatif tinggi. Mungkin jika keduanyay hidup di Inggris, nilai hartanya tidak akan terlalu ‘jatuh’.
Sumber Data:
data harga emas diambil dari www.goldprices.com
Data inflasi bisa di Indonesia diambil dari IMF
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds



















