header image

Turut berduka atas musibah zakat Pasuruan

Saya turut berduka cita atas musibah  di area pembagian zakat yang terjadi di daerah Pasuruan, yang menewaskan 21 orang warga. Saya tak hendak bersuudzhon kepada si pemberi Zakat dengan menuduh beliau/mereka mencari sensasi, pamer, riya dst dst (seperti yang say abaca di beberapa milis). Tidak. Biarlah Allah saja yang tahu dan berhak mengukur kadar keikhlasan seseorang.

Saya menyayangkan proses ‘pembagian zakat’ tersebut. Bukankah di tahun-tahun sebelumnya telah banyak peristiwa ‘pembagian’ ini yang menelan korban pingsan sampai meninggal dunia. Mulai dari pembagian zakat, Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembagian sembako, bahkan mungkin antrian minyak tanah (siapa tahu..) 

Mengapa tak bisa dijadikan pelajaran bahwa dengan segala keterbatasan yang mereka miliki kadang-kadang ‘rakyat kecil’ memang terkesan nekat (bergabung dengan antrian ribuan orang), tidak teratur (berdesak-desakan, tidak bisa antri dst dst) demi 4 lembar sepuluh ribuan. Lembaran-lembaran yang bagi segelintir orang mungkin tidak berarti namun bagi mereka mungkin butuh beberapa hari memeras keringat membanting tulang untuk mendapatkan sejumlah tersebut.

Untuk yang telah meninggal dunia, mari kita doakan semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisinya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,kesabaran dan  kelapangan hati. Dan tentunya yang sangat tidak kalah pentingnya adalah diberikan kemudahan rejeki untuk melanjutkan hidup karena entah kenapa saya cukup yakin para korban yang meninggal dunia adalah para tulang punggung yang sangat berarti dalam perekonomian keluarga

Mari kita hulurkan bantuan lewat lembaga-lembaga yang berperan, karena selain do’a tentunya keluarga yang ditinggalkan juga memerlukan bantuan kebendaan… 

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

One Comment

  1. ass.wr.wb.
    salam ukhuwah fillah
    keadaan bangsa kita saat ini memang sungguh sangat memprihatinkan
    bahkan tak ayal nyawa bisa ditukar dengan uang
    sistem pemerintahan kita yang tidak sesuai dengan syari’ah menyebabkan berbagai macam kebobrokan di segala bidang kehidupan
    kebodohan tidak hanya menggerogoti golongan lemah, namun golongan penguasa tak kalah bodohnya menjual dan menjual aset-aset negara
    dengan dalih ingin menutupi hutang-hutang negara, mereka membuat negara menuju ambang kebankrutan
    kebankrutan moral, ekonomi,….. KEBANKRUTAN MULTIDIMENSI
    sampai kapan kita hanya bisa duduk berdiam diri

    Jelang pemilu 2009 ini mari ubah pola pikir masyarakat agar tidak terjebak pada janj-janji palsu, iming-iming kampanye yang semu, dan berbagai kebobrokan moral bangsa yang lainnya.
    Sistem pemerintahan syariah adalah salah satu solusi untuk membangun bangsa ini lagi menuju kebangkitan

    1. Noor Zainab on September 24th, 2008 at 10:19 am

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*