header image

Lebaran Istimewa - 2008

Lebaran kali ini sungguh terasa berbeda dibanding di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saya merayakan lebaran di kampung halaman (Padang) bersama keluarga. Tahun ini berhubung Hafidz baru 6 bulan dan belakangan suka sakit, maka diputuskan lebaran kali ini di Jakarta saja.

Kebetulan lagi ada ibu dan nenek dari Padang sehingga cukup mengobati kerinduan dengan ranah minang. Di lebaran ini juga kami dikunjungi oleh keluarga suami dari Tasikmalaya-Jawa Barat.  Tak tanggung-tanggung 8 orang, aki-nini nya Hafidz, 3 orang sepupu Hafidz, 2 bibi dan 1 paman  nya Hafidz.  Praktis kontrakan kecil mungil kami di Setiabudi jadi penuh sesak dan ruameeeee dengan celotehan berbahasa Minang dan Sunda.

Mengingat kami berdua sama-sama dibesarkan dari pelosok desa di kampung halaman, maka keluarga saya dan keluarga suami bisa dibilang se’kufu’ dalam banyak hal. Sama-sama sederhana, ndeso, jarang ke kota besar dan sering terkesan malu-malu. Masalah bahasa juga tak jarang membuat saya dan suami merasa geli. Aki dan Nini dari Tasikmalaya yang tak begitu lancar berbahasa Indonesia sering terlihat bercakap-cakap akrab dengan Nenek yang hanya bisa berbahasa Minang totok yang super-super jadul. Pada akhirnya percakapan berbahasa Sunda-Minang tersebut tetap terjalin akrab walaupun sebagian besar isinya sama sekali tidak nyambung J

Kekuatan silaturahmi memang luar biasa ^_^

Beberapa jepretan dapat dilihat di http://unisa99.multiply.com/photos/album/35/Lebaran_ala_Padang-Sunda

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

2 Comments so far (Add 1 more)

  1. hehehe aku mikirnya juga sama kaya Tisha:D
    jadi menu lebarannya apa nih?;)
    ada oncom leunca ga un?

    1. didi on October 6th, 2008 at 7:37 pm
  2. Taqobalallahu minna wa minkum… jadiii yg menjadi pertanyaan… makanan utama padang apa sunda???

    2. sha on October 6th, 2008 at 5:27 pm

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*