Posts under ‘[personall] cluster’

sekedar terkenang

Engkau mungkin sudah lupa
Episode singkat,
yang berbaur dengan jutaan lembar kisah
Bagiku,  mengingat itu selalu mampu
hadirkan musim semi.
Di tengah luka-luka
Siapa mengira,
justru mesjid itu harus kupandang setiap hari
dan papan pengumuman itu masih setia di sana
tempat kita pertama jumpa

Kala Subuh

Kala subuh telah bersinar , Daku datang untuk berdoa
Kala sang suria bersinar memancar , Daku datang sujud dan memuja
Hidupku pasrah kepada Mu
Ibadahku hanya untuk Mu
Ku sebut nama Mu, Allahhu Akbar
Ku harap pada Mu semata , Sebelum jasad menjadi tanah
Hapuskan segala dosa , Disengaja atau tiada
Tuhanku kumohon restu Mu , Perjuanganku hanya untuk Mu
Kusebut nama Mu [...]

Menoleh ke Belakang

Tahun ini, sungguh berat.
Menjelang usia 30 tahun, rasanya ujian begitu bertubi-tubi, terutama sejak bulan May 2011 ini. Bertubi-tubi dan menghantam dari segala sisi.
Dan semua yang dihantam adalah sisi-sisi terlemahku. Tidak hanya di satu titik tapi di banyak titik. Ada beberapa saat di dalam hidup ini ketika rasanya beban-beban itu tak tertanggungkan lagi.  Saat dimana bahu [...]

Cobaan

Allah..
bertubi-tubi ujian yang kau turunkan akhir-akhir ini sungguh terasa berat.
Tak jarang rasanya terlalu susah hadapinya..
Aku juga tak mampu definisikan, apakah ini ujian, teguran atau jangan-jangan adzab? Termasuk kategori yang manakah ini?
Jika ini ujian, kumohon jangan engkau uji lagi lebih berat daripada ini. Engkau pasti Maha Tahu seberapa kuat lengan-lenganku menahan ini. Dan bahwa terkadang mulai [...]

Kita Telah Dewasa

Tulisan ini aku tulis di Tahun 2005. Di tahun pertama setelah graduation dari NTU.
Hari ini aku copy-kan ke sini. Sedikit mengobati kerinduan pada masa lalu..
Teman-teman… dimanapun kalian berada saat ini.. aku sungguh rindu..

 

 
Kita Telah Dewasa
‘ditulis di http://unisa.f2o.org , tahun 2005. Lebih dari 6 tahun silam
Kampus megah nan futuristik di pinggir barat negara pulau itu seolah terasing dari [...]

Remuk

Jika aku ini kaca, maka aku sudah pecah berkeping-keping…
Jika aku ini daun, aku sudah koyak berderai-derai…
Jika aku ini baja, aku sudah hancur menjadi puing…
Sungguh aku telah hancur. Remuk redam. Sedu sedan.
Aku telah hancur, di titik terlemah seorang wanita…
Lalu, tarian seperti apa yang harus kumainkan agar nama itu hilang diantara kita.

selamat jalan Rum

Selamat  jalan Rum,
Ternyata sms2 yang kuterima kemarin siang (hari Iedul adha) dari Dieni, bbm an yang kuterima dari bunda Majid, dan gtalk-an dari k dilsky itu benar adanya. Engkau telah tiada rum.  Siang ini aku benar-benar telah menyaksikan tubuhmu yg terbungkus kafan, wajah damaimu yang tenang. Bangun rum, banguuuuuun, teriakku dalam hati. Berharap engkau membuka [...]

[Cluster 17] Memilih Tepian

Lalu berceritalah ia. Cerita yang membuat sedih dan hati teriris-iris. Mengapa dakwah sampai melukai?, tak bisakah disampaikan dengan cara yang lebih ahsan. Uff cinta, ya orang memaknainya dengan cara yang berbeda beda. Mengerutkan kening di sini, termenung, terdiam dan kadang tertawa bersama demi menghiburnya entah menertawakan apa
Lalu disanalah ia, tercabik di tengah-tengah gelora semangatnya. Untuk [...]