Posts under ‘[Personal] goresan...’

Standing Still

dan bisakah kau lihat?
aku masih berdiri kokoh disini,
tak sekedar berdiri, tapi terus maju dan melaju…

2 minggu kiasu

Dua minggu ini rasanya kiasu banget.  Wik en kemarin bikin 7 essays sampai diprotes Hanif. Lama-lama jenuh juga, dan agak capek. Tiap hari baru nyampe rumah di atas jam 11 malam, pagi2 bangunnya susaaah bener. Tapi yang saturated kayaknya ga cuma aku, teman-teman lain juga ada yang mulai bosen dan drop staminanya. Kemarin malam, one [...]

BB ilang

sedih deh.. bb ilang
sedih sama semua contact number dan foto2 serta video anak2..
udah di back up sih, tapi baru sampe september…

Nabi Ibrahim itu terbakar seperti Jagung, ya Bunda?

Mungkin ini adalah malam tahun baru yang paling menyenangkan. Hadirnya seperti kado bagi jiwa-jiwa letih di rumah kontrakan ini. Tentunya kecuali bagi Hafidz dan Hanif, duo-kompak yang ga pernah sedih. Dua momen yang bikin mereka ga kompak hanyalah ketika lagi rebutan mainan atau menentukan Bundo harus nyanyi lagu apa.
Usai acara ngebujuk Hafidz makan, Abah bergantian menjemput kami pulang [...]

Lupa

Rindu dan lupa. Dua kata yang seolah tak ada hubungan, padahal sangat dekat.
Rindu meluangkan waktu bersama, sekedar mengomentari hujan.
Sebab sudah lupa rasanya.
Lupa sekali…

Resonansi Jiwa

Somehow,
suka merasa bahwa jiwapun pada hakekatnya terkadang saling ber-resonansi.
Resonansi bersyarat;
hanya untuk yang terikat kuat.
Tentang bagaimana preliminary nya,
dan sebesar apa resonansi-nya.
Dijawab oleh waktu.
Dan butuh waktu yang panjang untuk memilah antara anomali dengan sejati.

Jangan sampai ada dan ketiadaan kita sama saja

Pagi ini dibuka dengan mendengarkan tausiyah Almarhumah Ustz Yoyoh Yusroh mengenai “Peranan Dakwah dalam keluarga”, jilid 1 dan jilid 2. Nemu di YouTube ^_^.
ada di  sini : http://www.youtube.com/watch?v=VeEjiHa9KkI 
dan di http://www.youtube.com/watch?v=B7-noGRqSMQ
Menyejukkan hati mendengarkannya. Meskipun sekarang mungkin cuma bisa menyimak, mendengar dan mengagumi.
Salah satu kalimat yang paling menohok adalah “Jangan sampai ada dan ketiadaan kita sama saja terhadap [...]

sekedar terkenang

Engkau mungkin sudah lupa
Episode singkat,
yang berbaur dengan jutaan lembar kisah
Bagiku,  mengingat itu selalu mampu
hadirkan musim semi.
Di tengah luka-luka
Siapa mengira,
justru mesjid itu harus kupandang setiap hari
dan papan pengumuman itu masih setia di sana
tempat kita pertama jumpa