<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uNisA &#187; [Keluarga]</title>
	<atom:link href="http://blog.unisa81.net/category/klg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.unisa81.net</link>
	<description>... being a wiFe, a Mom</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 03:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bunda ga boleh belajar, kata Hanif</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2012/01/16/bunda-ga-boleh-belajar-kata-hanif/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2012/01/16/bunda-ga-boleh-belajar-kata-hanif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 02:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Wik en kemarin, suatu pagi Bundo lagi asyik menulis beberapa essay Academic Writing. Pukul 8.30 pagi, Hafidz belum bangun dan biasanya hanif juga belum bangun. entah kenapa saat wik en mereka selalu bangun siang. Waktu lagi asyik-asyik nulis, tiba2 Hanif (2thn3bln) muncul dari kamar. Tanpa introduction, langsung duduk di hadapan Bundo, ngambil pensil yang lagi dipegang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wik en kemarin, suatu pagi Bundo lagi asyik menulis beberapa essay Academic Writing. Pukul 8.30 pagi, Hafidz belum bangun dan biasanya hanif juga belum bangun. entah kenapa saat wik en mereka selalu bangun siang. Waktu lagi asyik-asyik nulis, tiba2 Hanif (2thn3bln) muncul dari kamar. Tanpa introduction, langsung duduk di hadapan Bundo, ngambil pensil yang lagi dipegang Bundo, lalu menutup buku dan kertas-kertas sambil cemberut.<br />
Bundo : &#8220;eeeh abang dah banguun??? kok buku bund ditutup?&#8221;<br />
catt: Bundo memang kadang menyebut &#8216;abang&#8217; untuk Hafidz dan Hanif, karena suka ketuker <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hanif : **cemberut** &#8220;Butu ini jahiil sama ninip, butu ini buang aja&#8221;</p>
<p>Bundo : **jreeeng, dapet istilah jahil dari mana pula ini** &#8220;&#8221;kok jahil, jahil kenapa?, kan ini buku buat belajar&#8221;</p>
<p>Hanif :&#8221;belajar itu jahil, butu itu jahil, buang ajah. Ninip mau sama Bundo&#8221;</p>
<p>Ooooo cemburu rupanya&#8230; hohoho. Maap ya Nif, kirain hanif masih bobok <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2012/01/16/bunda-ga-boleh-belajar-kata-hanif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Hafidz Hanif des 2011</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/12/28/perkembangan-hafidz-hanif-des-2011/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/12/28/perkembangan-hafidz-hanif-des-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa beberapa hari lagi tahun 2011 berakhir. Sudah tidak sabar rasanya meninggalkan tahun ini. Tahun yang tak akan pernah terlupakan. Tahun yang mengerikan, indeed.
well, lets talk about perkembangan Hafidz dan Hanif. Hafidz dan Hanif tumbuh makin besar dan selalu menjadi hadiah terindah dalam hidup ini  .  Melihat mereka tumbuh, ceria, bahagia bahkan pertengkaran-pertengkaran lucu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa beberapa hari lagi tahun 2011 berakhir. Sudah tidak sabar rasanya meninggalkan tahun ini. Tahun yang tak akan pernah terlupakan. Tahun yang mengerikan, indeed.</p>
<p>well, lets talk about perkembangan Hafidz dan Hanif. Hafidz dan Hanif tumbuh makin besar dan selalu menjadi hadiah terindah dalam hidup ini <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Melihat mereka tumbuh, ceria, bahagia bahkan pertengkaran-pertengkaran lucu mereka selalu mampu hadirkan pijar-pijar semangat.</p>
<p><strong>Hafidz</strong></p>
<p>Hafidz, anak yang penurut. Cenderung melankolis dan tertutup. Perasaannya sangat halus, empati nya tinggi. Jika punya keinginan pasti tidak terang-terangan menyampaikan. Untuk anak usia 3 tahun 9 bulan, Hafidz cukup dewasa. namun saking halusnya perasaan Hafidz, kadang-kadang susah untuk menggali keinginannya. Hafidz sangat mudah diarahkan (kecuali masalah mandi!). Jika punya salah cepat sekali minta maaf (walau kadang langsung diulang lagi&#8230;).</p>
<p>Hafidz gampang kasihan dan ber-empati pada orang lain. Sangat mudah akrab dengan orang yang baru dikenal (agak mengkuatirkan sih..) dan gampang percayaan sama orang. Hafidz juga sayaaaang banget sama Hanif. Tapi kadang-kadang saking gemesnya, si adik suka dipeluk-peluk sambil ditimpa-timpa (katanya sayaaang..). Suka lucu ngeliat hanif yang bulet berisi berusaha melepaskan diri dari ke-gemes-an Hafidz yang jangkung dan kurus.</p>
<p><strong>Hanif<br />
</strong><br />
Hanif cenderung pemberontak. Di usianya yang baru 2 tahun 3 bulan, Hanif jauh lebih cerewet dibanding bang Hafidz diusia yang sama maupun di usia saat ini (3th9bl). Hanif jauuh lebih ekspresif dalam mengemukakan ide, dan cenderung blak-blakan (kayak Bundo).  Akhir-akhir ini Hanif suka menempatkan dirinya dlm posisi &#8216;pura2 menentang&#8217;, walau akhirnya nurut. Misalnya ketika diarahkan untuk menulis, Hanif langsung jawab &#8220;Butaaaaan, Hanif butaan mau menulis, tapi membacaaa&#8221;. Walau ujung2nya teteup aja dia nulis. Atau disuruh mandi &#8220;Butaaaan hanif butan mau mandi, tapi mau bobok ajah&#8221;, dan setelah bbrp menit malah diam2 ke kamar mandi.</p>
<p>Hanif cerewet dan suka mengatur. Mulai dari pilihan baju, pilihan bantal, bahkan menentukan cemilan apa yang harus dimakan sekarang. Jika Hafidz cenderung pasrah dgn semua pilihan baju dari bunda, Hanif tidak begitu. Jadinya tiap hari ada drama &#8216;pakai baju apa hari ini&#8217;. Dan karena baju mereka biasanya kembaran, mau ga mau bang Hafidz jadi ikut (dan bagi Hafidz ini bukan masalah penting).</p>
<p>Hanif juga cenderung iseng. Misal kalau lagi ada maunya, suka puji2 dengan pujian ciptaan sendiri. Contohnya saat dia memutuskan bahwa yang membuatkan susu saat ini adalah Bunda, maka keluarlah pujian mautnya &#8220;Nip mau mimik, tapi bunda yang bikiniiiin, karena bunda yang pandaaai, bunda yang cantiik&#8221;. Hal ini tidak akan pernah dilakukan Hafidz <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>Perbedaan dan persamaan</strong></p>
<p>Perbedaan mencolok lain antara keduanya adalah masalah mandi. Hanif rajiiin mandi. Bangun tidur langsung harus mandi. Hafidz susaaaah sekali disuruh mandi. Skanya melingkar-lingkar dulu dimana-mana, atau malah belajar dulu (menulis atau membaca).</p>
<p>Persamaan yang memusingkan antara keduanya adalah masalah makan. Hafidz malaaaaaaaaaas makan. Dia bisa tahan ga makan nasi berhari2, hanya minum susu dan ngemil-ngemil ga jelas. Itu juga ga banyak. Hafidz yang jangkung jadi terlihat sangat kurus deh.  Hanif juga males makan, kalaupun makan pasti dikiiit banget, Tapi Hanif rajin ngemil, makanya tetap terlihat berisi.</p>
<p>segitu dulu deh, nanti diupdate lagi ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/12/28/perkembangan-hafidz-hanif-des-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanif 2 Tahun</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/10/19/hanif-2-tahun/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/10/19/hanif-2-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 04:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>
		<category><![CDATA[milad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Hanif sayang,
hari ini tepat 2 tahun silam, engkau hadir Nak
dan sejak hari itu..
bersama abang Hafidz,
engkau menjelma menjadi dua sayap sempurna bagi hidup Bunda
Hanif sayang,
Do&#8217;a untukmu Nak, tak hanya di hari-hari spesial seperti hari ini
setiap memandang lelapmu
setiap menatap tawa dan sedihmu
setiap lintasan fikiran akan namamu
hadir pula do&#8217;a dan cinta yang melimpah-limpah
Nak Hanif, Nak Hafidz
kalian sungguh berjasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanif sayang,<br />
hari ini tepat 2 tahun silam, engkau hadir Nak<br />
dan sejak hari itu..<br />
bersama abang Hafidz,<br />
engkau menjelma menjadi dua sayap sempurna bagi hidup Bunda</p>
<p>Hanif sayang,<br />
Do&#8217;a untukmu Nak, tak hanya di hari-hari spesial seperti hari ini<br />
setiap memandang lelapmu<br />
setiap menatap tawa dan sedihmu<br />
setiap lintasan fikiran akan namamu<br />
hadir pula do&#8217;a dan cinta yang melimpah-limpah</p>
<p>Nak Hanif, Nak Hafidz<br />
kalian sungguh berjasa dalam hidup Bunda<br />
sungguh istilah &#8220;cahaya mata&#8221; tak mampu wakili jasa kalian<br />
sebab kalianlah Matahari jiwa ini<br />
yang Allah hadirkan untuk senantiasa terangi hari ini, terangi hati ini</p>
<p>Sungguh Nak,<br />
setiap pagi adalah sesal yang menggunung<br />
karena harus tinggalkan kalian untuk ke kantor<br />
saat wajah-wajah lucu kalian masih lelap<br />
Bunda sudah beranjak laksanakan tugas<br />
sambil memelas cintaNya<br />
&#8220;Wahai Allah, tolong jaga matahariku&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Wahai Cahaya mata, maafkan bunda tak mampu 24 jam temani&#8230; &#8221;</p>
<p>Nak Hafidz, Nak hanif,<br />
Seletih apapun sepulang kerja, bunda selalu ingat bahwa<br />
kalian tentu lebih letih lagi menunggu kehadiran Bunda&#8230;<br />
seperti cerita Ibu dan Uwak bahwa<br />
Setiap Adzan Magrib, Nak hafidz dan Nak hanif mulai rajin melongok ke jendela dan berkata<br />
&#8220;Bunda belum pulang ya?&#8221;</p>
<p>Percayalah, di saat yang sama<br />
Bunda sedang bersicepat mengatur langkah agar segera kita berjumpa</p>
<p>Dan tadi malam sungguh kejutan luar biasa ya,<br />
ketika dengan lugu nya Bang Hafidz(3.5 thn) memberi kado istimewa<br />
Hafalan Surat Al-Fatihah<br />
untuk dek Hanif yang berulang tahun ke-2</p>
<p>Bagi Bunda itu sangat mengejutkan<br />
Karena setiap malam kita belajar mengaji<br />
bang Hafidz biasanya cuek, asyik menggambar, menyanyi dll<br />
dan bunda tidak larang, asalkan masih mau luangkan waktu 15 menit mengaji bersama</p>
<p>Siapa sangka, dibalik sikap cueknya<br />
Bang Hafidz ternyata diam-diam ikut ngapalin ^_^<br />
Dan tadi malam juga janji akan ajarkan ke dek hanif <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat Milad ya Nak,<br />
semoga Allah selalu lindungi Nak Hanif dan Nak Hafidz<br />
semoga Allah sayangi kalian, dan tunjukkan kalian jalan yang lurus dan indah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/10/19/hanif-2-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Subuh</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/09/09/kala-subuh/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/09/09/kala-subuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 03:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[Personal] goresan...]]></category>
		<category><![CDATA[[personall] cluster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Kala subuh telah bersinar , Daku datang untuk berdoa
Kala sang suria bersinar memancar , Daku datang sujud dan memuja
Hidupku pasrah kepada Mu
Ibadahku hanya untuk Mu
Ku sebut nama Mu, Allahhu Akbar
Ku harap pada Mu semata , Sebelum jasad menjadi tanah
Hapuskan segala dosa , Disengaja atau tiada
Tuhanku kumohon restu Mu , Perjuanganku hanya untuk Mu
Kusebut nama Mu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kala subuh telah bersinar , Daku datang untuk berdoa<br />
Kala sang suria bersinar memancar , Daku datang sujud dan memuja</p>
<p>Hidupku pasrah kepada Mu<br />
Ibadahku hanya untuk Mu<br />
Ku sebut nama Mu, Allahhu Akbar</p>
<p>Ku harap pada Mu semata , Sebelum jasad menjadi tanah<br />
Hapuskan segala dosa , Disengaja atau tiada</p>
<p>Tuhanku kumohon restu Mu , Perjuanganku hanya untuk Mu<br />
Kusebut nama Mu Allahhu Akbar</p>
<p>Ku harap hidayah dari Mu , Dalam menempuh jalan hidupku<br />
Cintaku hanya untuk Mu ,Kebahagiaan yang ku harapkan</p></blockquote>
<p>Itu nasyid by Hijjaz. Salah satu nasyid favorit saya jaman kuliah. Melengkapi salah satu playlist favorit berisi nada-nada syahdu dari Hijjaz, Raihan, Saujana dan Rabbani.</p>
<p>Dan besok, pukul 03.30 pagi, aku dan anak-anak akan berangkat bertiga menuju Bandara. Kala Subuh baru menghilang, di pukul 06.00 pagi insyaAllah pesawat akan membawa kami bertiga ke Padang.<br />
Semoga memang ini yang terbaik dari Allah.. Semoga perjalanan kami lancar&#8230;</p>
<p>Pahit sungguh, namun harus kami lalui.<br />
Obat-obatan dari dokter juga biasanya pahit. Namun semua kepahitan itu tujuannya sama, yaitu sebagai ikhtiar menuju kesembuhan. Begitu juga hidup ini. Bedanya, terkadang dalam hidup kita harus menjadi dokter untuk diri sendiri. Meramu obatnya, menelannya meski pahit, karena berharap luka-luka sembuh atau setidaknya membaik. Kemudian tawakkal kepadaNya&#8230;</p>
<p>ya Allah, sembuhkan kami&#8230;. sayangi kami</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/09/09/kala-subuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Going Thirty</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/09/05/going-thirty/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/09/05/going-thirty/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 03:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[Personal] goresan...]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[milad]]></category>
		<category><![CDATA[thirty]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Tgl 3 september 2011, sekitar pukul 11 malam&#8230;
Ketika ngelonin Hanif yg lagi agak2 gelisah, tiba-tiba Nak Hafidz (3thn6bln) lari-lari ke kamar sambil nyodorin:
1. Laptop mainan
2. Boneka bola kaki
3. Kereta thomas
4. Lingkaran donat2an
5. Kubus abjad
sambil bilang: &#8220;bunda,ini buat bunda&#8221; setiap kali nyerahin benda2 itu satu persatu.
Aku tanya: &#8220;kok dikasih ke bunda,Nak?&#8221;
Dia jawab: &#8220;ini kado,ini kado semua,kado [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tgl 3 september 2011, sekitar pukul 11 malam&#8230;<br />
Ketika ngelonin Hanif yg lagi agak2 gelisah, tiba-tiba Nak Hafidz (3thn6bln) lari-lari ke kamar sambil nyodorin:<br />
1. Laptop mainan<br />
2. Boneka bola kaki<br />
3. Kereta thomas<br />
4. Lingkaran donat2an<br />
5. Kubus abjad<br />
sambil bilang: &#8220;bunda,ini buat bunda&#8221; setiap kali nyerahin benda2 itu satu persatu.</p>
<p>Aku tanya: &#8220;kok dikasih ke bunda,Nak?&#8221;<br />
Dia jawab: &#8220;ini kado,ini kado semua,kado dari apis. Besok beli kue juga&#8221;<br />
Aku tanya: &#8220;kado apa Nak?&#8221;<br />
Dia jawab: &#8220;semuaaa kado ulang tahun Bundaa!&#8221;</p>
<p>What?? Subhanallah&#8230; Terharu plus ternganga. Masalahnya dari kemarin2 plus hari ini, demi Allah, tak satupun ada pembahasan ttg Ulang Tahun Bunda&#8230;</p>
<p>Bahkan rasanya semua orang lupa,saking banyaknya permasalahan akhir2 ini. Bahkan rasanya akupun nyaris ga ingat&#8230;</p>
<p>Lalu bagaimana dia bisa tahu? Ataukah sesungguhnya dia tidak benar2 mengerti,namun Allah menggerakkan badan dan mulut kecil itu untuk melakukan hal2 yang sungguh mengharukan.</p>
<p>Nak Hafidz, engkau sungguh hadiah yang luar biasa&#8230;</p>
<p>Setelah Hanif tidur,masih penasaran,lagi2 aku tanya Hafidz pelan2.<br />
&#8220;Nak, ini semua kenapa dikasih ke Bunda?&#8221;<br />
&#8220;Itu kado dari apis&#8221;<br />
&#8220;Kado apa?&#8221;<br />
&#8220;Ulang tahun Bunda. Besok apis belikan kue&#8221;<br />
&#8220;Tapi,hafidz tau dari mana bunda ulang tahun?&#8221;<br />
Hafidz cuma nyengir..trs cium tangan, peluk bantal, dan merem.</p>
<p>Anakku sayang, kalian bukan hanya &#8217;sekedar&#8217; Cahaya Mata. Namun kalian adalah matahari bagi jiwa bunda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/09/05/going-thirty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinner di Bandar Jakarta</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 03:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Akhir maret kemarin (2011)  tiba-tiba Abah ngajak Bundo ke Bandar jakarta, yaitu sejenis restoran seafood di ancol (di pinggiran pantai) yang terkenal kelezatannya. karena rutenya cukup jauh dari Ciputat, Bunda sempat agak ragu karena kasihan hafidz nanti kecapean. Maklum kita kan ga punya mobil, so harus gonta ganti kendaraam umum berkali2 yang tidak semuanya nyaman.
Eh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir maret kemarin (2011)  tiba-tiba Abah ngajak Bundo ke Bandar jakarta, yaitu sejenis restoran seafood di ancol (di pinggiran pantai) yang terkenal kelezatannya. karena rutenya cukup jauh dari Ciputat, Bunda sempat agak ragu karena kasihan hafidz nanti kecapean. Maklum kita kan ga punya mobil, so harus gonta ganti kendaraam umum berkali2 yang tidak semuanya nyaman.</p>
<p>Eh rupanya Abah merencanakan acara ini hanya untuk berdua saja. Selain jauh, rute yang akan ditempuh juga tidak nyaman untuk anak-anak. Selain itu memang sejak punya anak belum pernah bepergian berduaan ke suatu tempat dengan tujuan cuma untuk makan dan ngobrol. jadinya Bundo dan Abah pergi ke Ancol.</p>
<p>Karena daerahnya jauh, kami memutuskan naik kereta api dulu. Bukan karena murahnya saja tapi karena waktu yang ditempuh akan jauuuuuh lebih hemat. Bayangkan, untuk mencapai tanah abang dengan bis/angkot bisa memakan waktu 2-3 jam, tapi dengan kereta cuma 30 menit saja. namun dunia perkereta-api-an di waktu wik en tidak begitu ramah. Tidak ada kereta express dan sangat jaraaang ekonomi AC, bahkan KRL ekonomi biasa pun jarang.</p>
<p>Terpaksa deh kami naik kereta Diesel. Ternyata ga nyaman banget, bau aneka rupa, sumpek dan pedagang hilir mudik kesana kemari, nyenggol sana sini. Namun ya begitulah kondisi perkereta-apian di Jakarta. Ga bisa berharap banyak.</p>
<p>Akhirnya petualanganpun dimulai. Lama-lama kondisi yang ada dinikmatin aja. Untungnya jendela2 terbuka lebar so angin segar bisa menghambur masuk ke seantero ruangan. Kita turun di daerah Angke, dan kemudian bingung gimana nyambung ke Ancolnya. Dari Angke naik angkot yang brenti di daerah Asemka, dan dari sana akhirnya naik taksi ke Ancol tuk mencapai restoran.</p>
<p>Makanannya lumayan enak. Apalagi ikan, cumi dan seafood lainnya masih hidup ketika siap untuk dimasak. Segar lah pokoknya mah. Asyik sekali melewatkan early-dinner berdua sambil memandang suasana restoran yang rame serta melayangkan pandangan ke panorama lautan (yang menjorok ke daratan) dengan batas pandangan nun jauh ke samudra lepas. Indah sekali.</p>
<p>Suasana makin seru ketika Abah kemudian menyewa perahu yang memang biasa dipakai untuk keliling2 teluk, hanya untuk kami berdua saja. Bukannya mau sok romantis, emang karena pengunjung yang lain lagi pada asyik makan dan rombongan pelancong lainnya baru selesai muter2in teluk naik perahu yang lain. Harga sewa perahu ga terlalu mahal, satu perahu gede (kapasitas 15 orang) boleh disewa 50rb saja&#8230;</p>
<p>Namun seindah2nya bepergian berdua, tetep aja Bundo kangen anak-anak. Seribet apapun amunisi yang harus dibawa tiap kali ngajak mereka namun itu ga ada apa2nya dibanding kebahagiaan bisa menghabiskan waktu bareng anak-anak&#8230; precious banget dah pokoknya mah..</p>
<p>Pulangnya, kami naik taksi dari Ancol ke stasiun tanah Abang trus naik kereta ekonomi (soalnya yang Ac belum datang). Asyik juga naik kereta ekonomi, walau tanpa AC tapi ruangannya cukup lega. Cuma Rp.1500 saja, dan jauh lebih nyaman daripada kereta Diesel. banyak banget pedagang hilir mudik, dan bundo pun kalap belanja di atas kereta ekonomi hehe. Ngeborongin jepitan, peniti2, jarum2, sisir2 kecil sampe sebarek2  mainan anak2 yang murah meriah&#8230;</p>
<p>Nah gitu dulu deh kisahnya. Nanti kalo ada waktu mau ceritain perjalanan ke Kolam Renang Atlantis Ancol bareng Hafidz dan Hanif&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hafidz ulang tahun ke-3</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/03/22/hafidz-ulang-tahun-ke-3/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/03/22/hafidz-ulang-tahun-ke-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 02:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, tanggal 14 maret 2011 ini, Nak Hafidz genap berusia 3 tahun. Ini artinya udah 3 tahun nak hafidz menebarkan keceriaan di hari-hari Abah dan Bundo. Demikian juga dek hanif yang bulan ini berusia 1 tahun 5 bulan. Bundo dan Abah selalu doakan semoga keduanya jadi anak sholeh, rajin, santun dan membanggakan.
Nak Hafidz, sebagaimana nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.unisa81.net/wp-content/uploads/2011/03/IMGP3014.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-256" title="Hafidz 3 tahun " src="http://blog.unisa81.net/wp-content/uploads/2011/03/IMGP3014-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Alhamdulillah, tanggal 14 maret 2011 ini, Nak Hafidz genap berusia 3 tahun. Ini artinya udah 3 tahun nak hafidz menebarkan keceriaan di hari-hari Abah dan Bundo. Demikian juga dek hanif yang bulan ini berusia 1 tahun 5 bulan. Bundo dan Abah selalu doakan semoga keduanya jadi anak sholeh, rajin, santun dan membanggakan.</p>
<p>Nak Hafidz, sebagaimana nama yang Abah dan Bundo pilihkan untk engkau, teriring do&#8217;a supaya engkau menjadi anak yang sholeh, pintar dan menjadikan Hafidz Qur&#8217;an sebagai salah satu pilar kehidupan. Nama ini Bundo pilihkan jauh-jauh hari bahkan jauuuh sebelum Bundo ketemu Abah. Nama ini Bundo pilihkan suatu masa ketika Bundo pernah ditempa oleh wanita-wanita sholehah nun di negeri temasek sana untuk mencintai Qur&#8217;an, menghafal Qur&#8217;an sebanyak-banyaknya. Ketika Bundo merasakan bahwa ayat-ayat Qur&#8217;an yang Bundo hafal, bukanlah sekedar hafalan biasa. Namun seperti yang dijanjikan Allah, hafalan itu kemudian menjadi penjaga, menjadi Hafidz bagi setiap hal yang Bundo lakukan. Dan Bundo seringkali merasakan hafalan tsb turun drastis bahkan banyak yang hilang ketika Bundo kemudian mengalami penurunan kualitas keimanan atau mendekati maksiat. Hafalan Qur&#8217;an bundo yang tidak seberapa itu kemudian seolah menjadi alert, menjadi warning ketika bundo mulai &#8216;melenceng&#8217;.</p>
<p>Lalu kemudian Nak, Bundo menjadi takjub dengan kekuatan Hafalan Qur&#8217;an, dengan efek yang dia timbulkan dan dengan peringatan-peringatan yang muncul secara alami. Bundo kemudian menjadi bertekad untuk menghafal sebanyak-banyaknya. Namun kemudian hal ini justru terhenti setelah Bundo semakin sibuk dan semakin sibuk dengan urusan duniawi. Sungguh banyak pembenaran. Sungguh terlalu banyak alasan dan pembenaran. Dan bahkan ketika ini ditulis, sudah lama sekali ketika ayat terakhir &#8216;bertambah&#8217; ke dalam koleksi hafalan Bundo. Sudah terlalu lama. Hitungan tahun.</p>
<p><a href="http://blog.unisa81.net/wp-content/uploads/2011/03/IMGP3244.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-259" title="HafidzBalon" src="http://blog.unisa81.net/wp-content/uploads/2011/03/IMGP3244-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a>Nak Hafidz, itulah kenapa Bundo acapkali tertegun setiap kali bersama engkau. Namamu dan kehadiranmu mengingatkan selalu kepada cita-cita yang pernah Bundo ikrarkan dengan sangat kuat. Namun sekarang sungguh Bundo perlu usaha keras untuk kembali meneguhkan cita-cita dan semangat itu. Bundo masih bisa membayangkan sudut-sudut Singapura ketika Bundo menghafal surat-surat tertentu. Mulai dari MRT, Bis, Asrama, kantor, mushola bahkan ketika berjalan kaki. Namun Bundo tak mampu membayangkan sudut-sudut Jakarta yang mengingatkan Bundo thdp hafalan surat apapun. Karena sungguh telah lama sekali ia tidak bertambah.</p>
<p>Nak hafidz, dibalik segala kekurangan dan ketidaksempurnaan ini, Bundo tetap meniatkan dan berusaha keras agar hafalan-hafalan ini kembali kokoh dan kembali bertambah. Bundo juga berdo&#8217;a semoga Allah memberikan bundo usia yang penuh berkah sehingga Bundo mampu mendidik Nak Hafidz dan dek Hanif menjadi pribadi-pribadi sholeh yang  tidak hanya sibuk mengejar dunia namun juga sibuk membangun istana di Surga.</p>
<p>Sungguh kalian anak-anakku, adalah amanah luar biasa yang Allah titipkan bagi kami. Yang  harus kami  jaga dan didik untuk menjadi pribadi-pribadi yang menakjubkan. Sungguh kalian anak-anakku, adalah cerminan prilaku dan akhlak kami, sehingga harus selalu kami berikan contoh teladan yang baik.</p>
<p><strong>Doa Nabi Zakaria<br />
</strong>Surah Ali-Imran[3]:37-38<br />
&#8220;&#8230; Rabbi habli dzurriyyatan thayyibah, innaka samii&#8217;ud du&#8217;aa&#8217; &#8230;&#8221;<br />
&#8220;&#8230; Wahai Rabb ku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa &#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Doa Nabi Ibrahim &#8216;alayhissalam<br />
</strong>QS.Ash Shaaffaat : 100<br />
&#8220;Rabbi habliy minashshaalihiin&#8221;<br />
(Tuhanku anugerahkanlah kepadaku [seorang anak] yang termasuk orang2 yang shaleh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/03/22/hafidz-ulang-tahun-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada acik dari Padang</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/02/04/ada-acik-dari-padang/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/02/04/ada-acik-dari-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 04:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, udah 10 hari ini rumah kito lagi ruame ruamenya. Padahal cuma ada tambahan 2 tamu aja, tapi ramenya udah kayak 10 orang.
Ada acik dateng dari Padang (om nya Bundo yang kecil). Hafidz dan Hanif nampaknya makin ceria karena suasana rumah jadi rame dan makin hangat. Sayangnya selasa depan udah pada balik lagi ke Padang&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, udah 10 hari ini rumah kito lagi ruame ruamenya. Padahal cuma ada tambahan 2 tamu aja, tapi ramenya udah kayak 10 orang.</p>
<p>Ada acik dateng dari Padang (om nya Bundo yang kecil). Hafidz dan Hanif nampaknya makin ceria karena suasana rumah jadi rame dan makin hangat. Sayangnya selasa depan udah pada balik lagi ke Padang&#8230; kapan2 kesini lagi yaa <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/02/04/ada-acik-dari-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bundo Kursus!</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/02/01/bundo-kursu/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/02/01/bundo-kursu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 01:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Bundo udah ga terlalu tertarik mikirin yang namanya &#8216;melanjutkan S2&#8242; ke Luar Negeri. Bagi bundo hari-hari yang dijalani belakangan ini (terutama setelah pindah direktorat, pindah rumah dan hadirnya Hanif) rasanya sudah cukup sibuk. Bundo masih belajar keras membagi waktu agar semuanya dapat berjalan lancar. Menjadi wanita karir yang sukses sekaligus menjadi istri dan ibu hebat tersayang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya Bundo udah ga terlalu tertarik mikirin yang namanya &#8216;melanjutkan S2&#8242; ke Luar Negeri. Bagi bundo hari-hari yang dijalani belakangan ini (terutama setelah pindah direktorat, pindah rumah dan hadirnya Hanif) rasanya sudah cukup sibuk. Bundo masih belajar keras membagi waktu agar semuanya dapat berjalan lancar. Menjadi wanita karir yang sukses sekaligus menjadi istri dan ibu hebat tersayang, sungguh masih jadi PR berat bagiku.</p>
<p>Ketika satu persatu teman2 di kantor mulai diterima kuliah di universitas2 sangat bergengsi di luar negeri, terus terang ada perasaan ingin yang sangat kuat. Melonjak-lonjak menderas dan menderu-deru akal. Bundo juga ingin seperti mereka dan rasanya juga mampu seperti mereka.</p>
<p>Namun kemudian keinginan itu selalu menguap setiap kali pulang ke rumah bertemu anak-anak. Melihat wajah-wajah rindu mereka menungguku di pintu rumah. Melihat aksi-aksi mereka memamerkan kepandaian-kepandaian barunya. Melihat mereka berebut rebut mencari perhatian, saat Hanif menarik-narikku dengan ribut atau bahkan ketika Hafidz memeluk bundo dalam diam. Penuh rindu. Bagaimana mungkin waktu ini harus terbagi lagi untuk kuliah?</p>
<p>Ya Tuhan, Bundo memang capeeeek sekali naik turun angkot, kereta, ojek, rapat, bekerja dst dst namun hati ini makin sedih kalo inget bahwa anak-anak tentu lebih capek lagi bertanya-tanya dan menunggu bundo mereka pulang. Waktu efektif bersama mereka cuma beberapa jam sehari. Bundo sudah berangkat jauh sebelum mereka bangun dan pulang ketika mereka sudah bersiap tidur.</p>
<p>Abah-lah yang kemudian datang dengan segudang motivasinya.  Bahwa menurut Abah bundo penuh potensi untuk meneruskan sekolah ke higher degree. Bahwa bundo seharusnya menjadikan anak-anak sebagai penyemangat. Bahwa kondisi ini seharusnya bundo jadikan tantangan untuk meningkatkan kualitas diri dari segi manajemen waktu dan kedisiplinan,kalau perlu kurangi waktu tidur. Bahwa kuliah mestinya tidak lebih sibuk daripada bekerja, bahkan bundo bisa bertemu anak-anak lebih sering karena tidak harus &#8216;menghilang&#8217; dari rumah from 6am to 8.30pm. Bahwa Abah sangat mendukung setiap tahap yang akan Bundo lewati. Bahwa Abah sangat percaya bahwa sesibuk apapun bagi Bundo anak-anak tetap yang utama. Bahwa Abah akan melakukan yang terbaik untuk kelancaran tugas-tugas bundo. Bahwa abah akan selalu mendoakan dan mendukung bundo. Bahwa seiring dengan proses panjang fase-fase persiapan untuk sekolah maka anak-anak akan beranjak besar (proses menuju sekolah kadang memakan waktu 2 tahun)</p>
<p>Setelah perenungan dan diskusi yang panjang, dengan argumen2 ketidak yakinan yang selalu bisa ditegakkan kembali oleh Abah, akhirnya aku mantap memulai fase ini dari awal, yaitu menyiapkan diri untuk sertifikasi Bahasa Inggris.</p>
<p>Maka dalam 5 minggu ini Bundo kursus di kuningan. Keluar kursus jam 7pm kemudian harus segera naik ojek ke tanah abang untuk mengejar kereta pukul 7.40pm. Alhamdulillah sejauh ini lancar dan tidak sesulit yang dibayangkan. Sesampainya di rumah setiap detik waktu berharga bundo habiskan bersama Hafidz dan Hanif. Walau cuma beberapa jam.  Kami membaca bersama, menghafalkan do&#8217;a bersama, bercerita bersama, belajar menulis, belajar bernyanyi atau melihat langit malam di teras rumah. Selama wik en Bundo juga membuat program-program khusus bersama Hafidz dan Hanif, walaupun rasanya masih banyak yang perlu dibenahi di sana sini.</p>
<p>Perasaan bersalah masih terus mendera setiap hari, setiap meninggalkan rumah. Entah itu demi pekerjaan, demi kursus atau untuk mencari kebutuhan rumah tangga. Rasanya bundo ingin di rumah saja 24 jam, bersama mereka. Namun secara finansial kondisi kita memang belum memungkinkan untuk itu.</p>
<p>Minggu lalu tema kajian Muslimah di kantor adalah tentang &#8216;Tarbiyatul Aulad&#8217;, dan hati ini rasanya makin tersindir. Bundo berharap keputusan untuk memulai tahapan &#8217;sekolah lagi&#8217; ini adalah keputusan yang tepat, dan bundo coba jalani ini dengan bijak.</p>
<p>Bagaimanapun, anak-anakku, senyum dan bahagia kalian adalah segala-galanya di atas apapun di dunia ini&#8230;. sekali lagi, semoga ini keputusan yang tepat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/02/01/bundo-kursu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah Rumah</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/01/21/pindah-rumah/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/01/21/pindah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 01:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 1 Januari 2011 Alhamdulillah kami sekeluarga dah bisa pindah nempatin rumah baru di daerah ciputat. Otomatis banyak hal yg berubah dalam keluarga kita. Bundo yang biasanya cuma perlu 15-20 menit buat ke kantor naik motor, sekarang harus naik kereta tiap hari. Abah yang biasanya mudah dan cepat sekali mencapai tempat-tempat pertemuan bisnis, rekanan atau meninjau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak 1 Januari 2011 Alhamdulillah kami sekeluarga dah bisa pindah nempatin rumah baru di daerah ciputat. Otomatis banyak hal yg berubah dalam keluarga kita. Bundo yang biasanya cuma perlu 15-20 menit buat ke kantor naik motor, sekarang harus naik kereta tiap hari. Abah yang biasanya mudah dan cepat sekali mencapai tempat-tempat pertemuan bisnis, rekanan atau meninjau usaha sekarang harus menyediakan waktu ekstra buat di perjalanan (mengingat Abah jarang sekali naik kereta).</p>
<p>Nenek dan anak-anak yang tadinya punya banyak sekali tetangga dan teman-teman main di daerah Setiabudi, tiba2 harus berada di dalam komplek perumahan kecil yang bahkan baru dihuni oleh 5 rumah. Sisi positifnya anak-anaknya jadi lebih terkontrol masalah &#8216;jajan sembarangan&#8217;.</p>
<p>Bundo juga harus membuat perencanaan yang baik terkait barang2 kebutuhan rumah tangga, seperti susu, sayur-sayuran, bahan masakan, makanan anak-anak dan barang2 consumable lainnya mengingat butuh usaha ekstra untuk ke pasar, ke alfamart bahkan sekedar ke warung. Dulu ke pasar basah tinggal jalan kaki 100m, ke warung tinggal jalan 15m, alfamart dimana2. Sekarang kalo mau ke pasar harus naik angkot sekali. Ruko-ruko di depan kompleks juga belum pada beroperasi&#8230;</p>
<p>Bundo dan Abah sibuk sekali dalam urusan rumah ini. Mulai dari renovasi rumah (nambah kamar dan taman), beli2 perabotan inti (seperti lemari penyimpanan, kitchen set sederhana), peralatan2 elektronik, peralatan rumah tangga, bersih2, beli rumput, teralis, gorden&#8230; waaah seruu deh pokoknya&#8230;</p>
<p>Walaupun rumah sederhana, rasanya bahagia banget alhamdulillah. Beda lah rasanya bersih2 dan benerin rumah sendiri daripada kontrakan. Udah gitu tahu sendiri kan biaya kontrakan di pusat Jakarta mahalnya luar biasa. Bundo dan Abah ngontrak dari 2007 sd 2009, kalo diitung2&#8230; hadooooh lumayaaan banget deh bikin bangkrut hehe.</p>
<p>Alhamdulillah Hafidz dan Hanif kooperatif banget, subhanallah deh anak-anak sholih Bundo ini <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , justru di rumah baru malah makin anteng. Hanif tidurnya nyenyak banget kalo malam, alhamdulillah. Padahal di Setiabudi dulu Hanif selalu bangun hampir tiap jam, dan menangis&#8230; baru tidur lagi setelah ditimang-timang. Hafidz juga tidur lebih nyenyak, makan lebih lahap walau masih belum terlalu banyak&#8230;</p>
<p>Bundo dan Abah memutuskan ga beli2 dulu perabotan2 seperti kursi tamu, meja makan, lemari2 pajang. Biarkan aja dari ruang tamu sampe ke taman belakang plong dan kosong, supaya Hafidz dan Hanif seneng mondar mandir main-main di rumah. Mereka nampak lebih bahagia, biasanya terkurung di kontrakan berukuran 3.5mx10m, sekarang sudah lebih leluasa. Rumah kami tidak terlalu besar, luas lahan 133m² dan luas bangunan 90m² , tapi karena nyaris tidak ada perabotan makanya anak-anak lebih bebas bermain&#8230;</p>
<p>Saat ini kita sekeluarga masih penyesuaian dengan lingkungan baru, semoga betah terus dan barokah rumah baru kita. amiiin <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/01/21/pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

