<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uNisA &#187; tausiyah</title>
	<atom:link href="http://blog.unisa81.net/category/tausiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.unisa81.net</link>
	<description>... being a wiFe, a Mom</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 03:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Zamilooni (Nashid)</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2010/04/19/zamilooni-nashid/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2010/04/19/zamilooni-nashid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 08:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[nashid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[He stepped inside his home, and he overwhelmed with fear
An angel came with words from God, things were still unclear
Saying read &#8211; read, but he couldn&#8217;t read, then amazing words he heard
A trembling deep inside his heart, confused by what had occurred
There was only one who could comfort him
And help him see the light
To ease [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>He stepped inside his home, and he overwhelmed with fear<br />
An angel came with words from God, things were still unclear<br />
Saying read &#8211; read, but he couldn&#8217;t read, then amazing words he heard<br />
A trembling deep inside his heart, confused by what had occurred</p>
<p>There was only one who could comfort him<br />
And help him see the light<br />
To ease his fears, to reassure<br />
It was khadijah, his wife</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Chorus</span></strong></p>
<p><em>He said Zamilooni, Zamilooni, Dathirooni, Dathirooni, (Envelop me, Embrace me)<br />
A mighty task has come before me<br />
I need you here with me<br />
By my side<br />
</em></p>
<p>She was a woman of nobility, successful in all her trade<br />
Many wealthy men had asked for her, she had turned them all away</p>
<p>But when she saw Muhammad, a shining moon, may peace be on his soul<br />
He was a light for her – so right for her – her life will now be whole</p>
<p>But she had never seen him so distressed, as he was there that day<br />
She would comfort him, and hold him tight, and chase his doubts away</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Chorus</span></strong></p>
<p>We look for stories of love, in places dark and cold<br />
When we have a guiding light, for the whole world to behold<br />
But were so selfish in our ways, and to the ones we hold so close<br />
Our own pleasure and happiness is what we value most</p>
<p>But she sacrificed all her wealth and everything she had<br />
And he honored her, and gave her faith,<br />
when the times were bad, when times were bad&#8230;<br />
Now years have passed, times had changed, since khadijah breathed her last.<br />
Message of the one true God, was spreading far and vast</p>
<p>But then he came across a necklace, that khajidah once had worn<br />
His eyes began to swell with tears, his heart again began to mourn<br />
Cause she was there for him, when times were rough, and his enimies were cruel<br />
Was the first believer, so keen and eager, to comfort al-Rasool</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Chorus</span></strong></p>
<p>Mawlaya salli wa sallim da&#8217;iman abada<br />
&#8216;Ala habibika khayril khalqi kullihimi<br />
(O my Leader, send your salutations and blessings forever<br />
Upon Your Beloved, the best of the whole of creation)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2010/04/19/zamilooni-nashid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Artikel Menarik] : Melawan Amerika dan Israel dengan cara lain (Boikot saja tidak cukup)</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2009/02/02/artikel-menarik-melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara-lain-boikot-saja-tidak-cukup/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2009/02/02/artikel-menarik-melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara-lain-boikot-saja-tidak-cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 08:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[dienul islam]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2009/02/02/artikel-menarik-melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara-lain-boikot-saja-tidak-cukup/</guid>
		<description><![CDATA[nemu lagi tulisan menarik&#8230; worth to read..
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
oleh : Lutfiel Hakim Abdullah
Sebelum saya memulai tulisan ini, ada beberapa fakta yang ingin saya sampaikan :
1. Untuk memberikan master franchisenya, Mc DOnald akan mempekerjakan aplikan master franchisenya terlebih dahulu melalui seleksi yang sangat ketat. Di Indonesia, Bambang Rachmadi sang pemegang hak master franchise di Indonesia, harus tinggal di Singapore [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p author_possessive="unisa99's" author="unisa99" id="item_body" class="bodytext">nemu lagi tulisan menarik&#8230; worth to read..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
oleh : Lutfiel Hakim Abdullah</p>
<p>Sebelum saya memulai tulisan ini, ada beberapa fakta yang ingin saya sampaikan :</p>
<p>1. Untuk memberikan master franchisenya, Mc DOnald akan mempekerjakan aplikan master franchisenya terlebih dahulu melalui seleksi yang sangat ketat. Di Indonesia, Bambang Rachmadi sang pemegang hak master franchise di Indonesia, harus tinggal di Singapore dan bekerja selama 12 jam non stop. Bukan itu saja, dia harus mengepel dan membersihkan toilet untuk memastikan ia &#8220;tahu&#8221; apa yang ia kerjakan dan &#8220;ia&#8221; juga layak mendapatkan master franchise di sebuah negara.</p>
<p>2. Pergilah ke carefour, lalu bandingkan harga kebutuhan barang yang anda perlukan dengan pasar modern lokal. Tidak lupa bandingkan pula cara promosi mereka, pelayanan, dan kenyamanan berbelanja anda. Tapi jangan lihat &#8211; lihat pelayannya ya ..:-)</p>
<p>3. Facebook menjadi booming site di Indonesia dalam waktu sekejap karena fasilitas &#8211; fasilitasnya yang lar biasa. Tidak lama sih, tapi dalam satu hari, saya menghabiskan minimal 5 jam di situs ini. Dan fasilitas yang saya dan anda gunakan sekarang adalah MURNI buatan orang yahudi yang juga anggota persekutuan yahudi yang pastinya mendukung Israel . Kalau disambungkan, jika anda menggunakan komputer IBM, maka komputer tersebut masih merupakan produk terbaik, dan itu juga dibuat oleh orang yahudi.</p>
<p>4. 1/3 dari penerima 600 nobel di dunia itu orang yahudi</p>
<p>Cukup</p>
<p>Wel 4 fakta sederhana di atas menunjukkan betapa saat ini, ras Yahudi sesungguhnya secara nalar logis dan waras with no exception and deception but with full perception unggul atas ras manapun termasuk muslim, mau kader inti PKS, lajnah PBNU, aktifis HTI, Dewan Ansharut tauhid, Asaatidz Salafy atau Lasykar Berani matinya FPI dalam hal pencapaian KINERJA DUNIA. Secara ukhrawi tentu sudah mafhum, mereka kafir dan tidak akan mungkin kafir lebih baik dari seorang mu&#8217;min.</p>
<p>Konspirasi Yahudi</p>
<p>Betulkah? so what? selama ini kita ummat islam biasanya terlalu asyik dengan diri sendiri, jika tidak menyalahkan orang &#8211; orang yahudi atas kemiskinan dan kapitalisme yang melanda dunia Islam. Bro, mungkin saja konspirasi itu benar adanya, sohih atau muttafaqun &#8216;alaih, tapi pernahkah terfikir oleh kita kalau ada banyak hal dari kita yang sebenarnya amat tertinggal dari mereka?<br />
Ada alasan kenapa gaji orang Amerika di Indonesia itu selangit dibanding warga lokal dengan jabatan yang sama. Ada alasan kenapa pengguna internet di Amerika itu mencapai 270 juta dibandingkan di Indonesia yang hanya 20 juta. Ada alasan kenapa banyak motivator terbit dari negeri keparat itu daripada dari negeri muslim.</p>
<p>Sadar woi!!</p>
<p>Terlalu banyak istilah &#8211; istilah talmudz, freemasonry,bintang daud atau simbol &#8211; simbol kengerian yahudi yang justru menjerumuskan kita ke dalam sikap &#8220;blaming&#8221;, menyalahkan orang lain terus &#8211; menerus atas apa yang terjadi, yang itu tidak akan membawa perubahan apapun. Ingat bro, ada banyak alasan kenapa mereka begitu tertib mengantri untuk mendapatkan sesuatu, bandingkan dengan kita yang ngakunya muslim ta&#8217;at tarbiyah lah, generasi barulah apalah, tapi sok nyerobot antrian orang, lampu merah diterjang, kena tilang tinggal nego, bikin SIM nego harga. Ada alasan yang benar &#8211; benar nyata kenapa si Calum Hyslop asal Australia co &#8211; chatting saya itu ngotot kalau mau peace, muslim harus mulai belajar menghargai capaian &#8211; capaian barat dalam hal teknologi kesehatan dan etc.<br />
Ada alasan juga kenapa setiap capres yang kalah di Amerika dengan legowo mengucapkan SELAMAT kepada musuh bebuyutannya sekalipun beberapa saat setelah hasil penghitungan suara diketahui. Untuk satu ini, saya akui PKS sudah melakukannya waktu pilkada DKI (iya dooooong).</p>
<p>Besok atau kapan saja, cari taulah seorang expat asal negerinya Bush yang sering anda samakan dengan monyet itu, lalu bandingkan efektifitas penggunaan waktu kerja dan hasil yang dicapai, termasuk profesionalismenya. Saya juga tidak terlalu underestimate dengan moslem, tapi ini fakta kalau mereka si barat &#8211; barat sialan itu memang somehow lebih hebat dalam bekerja daripada kita secara rata &#8211; rata. Tingkat kesadaran mereka amat tinggi dalam bekerja dan mencapai target. Karenanya ada nama &#8211; nama Brad Sugar, Zig Ziglar, Maxwel dan puluhan bahkan ratusan jumlahnya mengisi daftar motivator yang bisa merubah cara pandang hidup seseorang dalam bekerja.<br />
Ada alasan juga kenapa Israel bisa memiliki senjata &#8211; senjata tercanggih masa kini, dengan pasukan elitnya yang menduduki peringkat pertama di dunia.Gokil kan ?</p>
<p>Karena mereka SMART bro, SMART. Mereka memang cerdas, and they use their mind ketika kita masih sibuk bikin PR buat siswa &#8211; siswa kita, ketika kita masih capek habis dipermak dosen pembimbing karena salah materi. Si Israel gendheng itu pintar, kerjanya juga bagus. Si amerika idiot itu juga kepakai kerjanya karena rapi dan selalu datang tepat waktu, tidak seperti kita yang setiap kali datang memalak toleransi kantor, 5 menitlah, 10 menitlah. Belum facebookan, belum friendster, belum bla bla bla&#8230;.</p>
<p>Bro, so what kalau memang ada konspirasi?<br />
konspirasi atau tidak konspirasi, mereka para musuh kita itu memang hebat dan pintar. apalagi ada konspirasi. Di saat aktifis &#8211; aktifis kampus memperbanyak diskursus tentang konspirasi zionis itu, mereka bahkan sudah bersiap dengan strategi -strategi melemahkan kita.</p>
<p>Intinya? mengetahui adanya konspirasi dan&#8230;ini nih yang sebagian besar aktifis juga tahu, Ghazwul Fikri atau Mind War itu amat penting. Tapi melakukan blind-blaming atas apa yang terjadi itu sama tidak pentingnya dengan anda duduk 1,5 jam nggak ngapa-ngapain nungguin motor anda dicuci. Betul, saya sudah pernah buktikan yang terakhir itu.</p>
<p>Boikot Produk Yahudi</p>
<p>Oh ya, saya di garda paling depan pastinya. Saya amat mengurangi konsumsi untuk produk yang berafiliasi dengan Yahudi laknat semampu saya. Tapi lihatlah, kalau ente jeli wahai para aktifis muslim, gerai Mc D itu jumlahnya sudah lebih dari seratus di Indonesia , dan bertambah setiap tahunnya. Mungkin saja pendapatan mereka sama dengan pendapatan warteg, warsun atau warung pecel lele atau bahkan RM Masakan Padan Bundo Kanduang di seluruh Indonesia . Apa artinya? saya ingin tegas mengatakan, they deserve. Ya, mereka berhak kok. Manajemen Mc Donald itu profesional sekali. Kecuali orang yang memang selera burgernya rendah, mungkin mereka tidak akan menyukai buatan Mc Donald yang yummy. Secara hitung &#8211; hitungan bisnis pun mereka masuk akal dan menguntungkan sehingga banyak peminat investasi. Lihat saja poin pertama tadi, itu cerita dari sang pemegang master franchise Indonesia . Direktur utama bank terkemuka disuruh ngepel dan bersih &#8211; bersih toilet Mc Donald Singapore untuk memastikan dia tahu apa yang harus dikerjakan kelak. Kita bagaimana? Yang penting fulus, franchise lancar. Jadi wajar saja bro, kalau seruan boikot itu untuk sementara masih berlaku di internal penyeru saja.</p>
<p>Saya kira contoh di atas cukup menjadi bukti kehebatan si Yahudi cilako dalam berbisnis. Ini juga berlaku untuk produk lain seperti : Johnson, Klub Arsenal atau Carefour. Mereka kelola secara profesional dan hasilnya mereka memenangkan pasar.</p>
<p>Dalam bab boikot ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa<strong> BOIKOT SAJA TIDAK CUKUP</strong>.</p>
<p>Solusi apa dong?</p>
<p>Ini dia yang terhubung langsung dengan judul &#8220;Melawan Amerika dan Yahudi dengan Cara Lain&#8221;</p>
<p>1. Amat penting : Belajarlah<br />
Ya, belajar belajar dan belajarlah. Jangan novel karangan Kang Abik saja yang dibaca. Moslem mesti segera menyalip ketertinggalan pengetahuan dari si sombong barat wal yahuud itu. Belajar teknologi tingkat tinggi, jangan hanya puas dengan menjadi trend-follower. Sudahlah menjadi Trend &#8211; Follower, trennya gaya barat pula!! Saya menunggu webber muslim Indonesia menciptakan chestbook atau earbook, atau eyebook atau apalah untuk mengganti facebooknya Yahud yang mengasyikkan ini. Anda yang bergelar S.Pt. belajarlah pertanian untuk mengurangi impor &#8211; impor pertanian dari luar negeri, apalagi dari eropa. Malu bro, malu !! mau dikemanakan muka ente kalau negara muslim yang kaya ini menjadi pengemis barang pertanian dari orang asing.<br />
Pendidikan di Indonesia yang single-majoritynya adalah muslim ini sudah bak kereta supercepat TGV lines dari negerinya Sarkozy melawan dokar yogya. Jauh banget bro. Bumi dan langit. Lihat saja muka ente yang merah padam kalau ketemu orang berkulit bule. Kenapa? takut diajak ngobrol karena tidak bisa berbahasa Inggris. padahal si bule ternyata bernama WAHYU SUPARNO&#8230;..<br />
Maka secara teoritis, sebenarnya kita harus melompat untuk mengejar, karena berlari dengan kecepatan yang sama pun masih tertinggal, dan kondisi saat ini, kita terus tertinggal karena si Yahuud yang memang yahuud itu makin cepat berlari.</p>
<p>2. Entrepreneurship<br />
Makanan apa tuh? itu bukan makanan bro, tapi itu SUMBER MAKANAN orang &#8211; orang Yahudi. Mungkin sampai dengan urutan ke 1000 sekian di top ranking the richest man in the world, tidak satupun yang berstatus ini : Karyawan. Ya, mereka itu entrepreneur bro. Pengusaha. Mereka jatuh bangun membangun usaha mereka dari nol sampe sukses. Kalau ada IBM, Microsoft, Mc D, KFC, atau merek &#8211; merek tetek bengek dari Amrik itu yang punya pastilah seorang Entrepreneur dan bukannya karyawan.</p>
<p>Masa iya para sarjana Islam yang yang bergelar SEI, Ir, SE, SPd, dibandrol sejuta limaratus perbulan sudah puas? pantesan pas aksi ONE MAN ONE DOLLAR nyumbangnya juga pas &#8211; pasan. Bro, Ciputra yang notabene non muslim saja tahu, kalau Indonesia mau maju, harus ada minimal 2% pengusaha dari total penduduknya. Sedangkan sekaran hanya berkisar 0,00 sekian persen.</p>
<p>Kenapa entrepreneur dan bagaimana caranya?<br />
Tentu, selama belum ada resto cepat saji sekelas Mc Donald yang kualitasnya minimal sama, ya logislah konsumen akan tetap setia pada istri tua <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>iya lah.Mana mau konsumen beli komputer abal &#8211; abal sebagai ganti IBM yang ciamik. Makanya moslemlah yang harus menciptakan saingan untuk IBM, KFC, CFC, Jhonson, Danone, Facebook, Friendster de el es be. Ganyang tuh pasarnya dengan profesional. Dengan cara ini,akan habislah itu Tiran Israel.Puaslah kita.</p>
<p>Saya tidak ada modal, gimana nih?<br />
Nah&#8230;ini nih. Ini dia mental khas kebanggaan warga Inlander yang mesti dimasukin kotak sabun terus dicuci bersih &#8211; bersih. Bagi saya, kalau setelah lulus sarjana &#8211; sarjana muslim itu masih bertanya demikian, saya pasti akan memprovokasi generasi setelahnya atau yang masih kuliah untuk KELUAR DARI SEKOLAH. Ya ngapain sekolah sampai gelarnya se abgrek kalau pertanyaannya tidak bermutu?<br />
Andrie wongso itu lulusan apa dan modal apa? kenapa dia bisa kaya dan terkenal? SD bro!!! bayangkan!!!<br />
Masa kalah sama lulusan SD? saya menyarankan siapapun yang ingin diskusi lebih lanjut untuk menghubungi Jay d &#8216;terrorist agara tahu APA SEBENARNYA MODAL.</p>
<p>Kalau rugi dan gagal gimana?<br />
Anda tahu, ketika anda mengucapkan hal tersebut, orang &#8211; orang Yahudi bersorak meneriaki kemenangan mereka. Itu adalah GHOZWUL FIKRI yang anda semua pelajari di halaqoh &#8211; halaqoh. Ya!!! Sudah tentu kemenangan itu milik orang &#8211; orang yang tahan banting. Dan lagi &#8211; lagi, para Yahuud jahat itu sudah membuktikannya. Bacalah sejarah pengusaha &#8211; pengusaha Yahudi&#8230;</p>
<p>Final</p>
<p>Saya masih sangat meyakini bahwa moslem memiliki kekayaan bathin yang sangat banyak, lebih dari bangsa dengan perbuatan terburuk itu.</p>
<p>Yang tidak kita miliki adalah keberanian untuk bertindak. Saya percaya muslim tidak ambisius terhadap harta karena mungkin saja takut terkena wahn. Tapi bolehlah saya berpendapat, MA LAA YATIMMUL WAJIB ILLA BIHI FAHUWA WAJIB. Kalau dengan kemenangan iqtishodi ini menjadi keharusan untuk menaklukkan bangsa sombong itu, maka menjadi kaya juga hukumnya WAJIB bro&#8230;&#8230;</p>
<p>Daftar pustaka:</p>
<p><a target="_blank" href="http://ask.yahoo.com/20000"><u><font color="#0000ff">http://ask.yahoo.com/20000</font></u></a> 210.html<br />
<a target="_blank" href="http://zainalabidin.net/"><u><font color="#800080">http://zainalabidin.net</font></u></a></p>
<p>Lutfiel Hakim Abdullah<br />
Penulis adalah pemilik<br />
Lembaga Layanan Bahasa Asing SPEAK2SUCCESS<br />
<a target="_blank" href="http://www.speak2success.c/"><u><font color="#0000ff">http://www.speak2success.c</font></u></a> om<!-- google_ad_section_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2009/02/02/artikel-menarik-melawan-amerika-dan-israel-dengan-cara-lain-boikot-saja-tidak-cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wudhu Lahir Batin</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2008/07/10/wudhu-lahir-batin/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2008/07/10/wudhu-lahir-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 04:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[dienul islam]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2008/07/10/wudhu-lahir-batin/</guid>
		<description><![CDATA[Forward-an dari milis tetangga. Tulisan yang menohok&#8230;
Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat waras dan khusyuk
sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang
khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggap lebih ibadahnya,
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim
Al-Assam dan bertanya, &#8220;Wahai Aba Abdurrahman, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Forward-an dari milis tetangga. Tulisan yang menohok&#8230;</p>
<p><span style="color: #333333">Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat waras dan khusyuk<br />
sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang<br />
khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggap lebih ibadahnya,<br />
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.</p>
<p>Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim<br />
Al-Assam dan bertanya, &#8220;Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya<br />
tuan sholat?&#8221;<br />
Hatim berkata, &#8220;Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu lahir dan<br />
batin.&#8221;<br />
Isam bertanya, &#8220;Bagaimana wudhu lahir dan batin itu?&#8221;<br />
Hatim berkata,&#8221;Wudhu lahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua<br />
anggota wudhu dengan air&#8221;.</p>
<p>Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-</p>
<p>* Bertaubat</p>
<p>* Menyesali dosa yang telah dilakukan</p>
<p>* Tidak tergila-gilakan dunia</p>
<p>* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya&#8217;)</p>
<p>* Tinggalkan sifat berbangga</p>
<p>* Tinggalkan sifat khianat dan menipu</p>
<p>* Meninggalkan sifat dengki.&#8221;</p>
<p>Seterusnya Hatim berkata, &#8220;Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan<br />
semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh<br />
kewaspadaan dan aku rasakan:</p>
<p>1.aku sedang berhadapan dengan Allah,</p>
<p>2.Surga di sebelah kananku,</p>
<p>3.Neraka di sebelah kiriku,</p>
<p>4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan</p>
<p>5.Aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian &#8216;Shiratal<br />
mustaqim&#8217; dan menganggap bahwa sholatku kali ini adalah sholat terakhir<br />
bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Setiap bacaan dan doa didalam sholat, aku paham maknanya kemudian aku<br />
ruku&#8217; dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan<br />
dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersholat selama 30<br />
tahun.&#8221;</p>
<p>Apabila Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya<br />
yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2008/07/10/wudhu-lahir-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Anda Bahagia dengan Suami Anda</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2007/05/29/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2007/05/29/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2007 07:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2007/05/29/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/</guid>
		<description><![CDATA[sumber :
http://ummusalma.wordpress.com/2007/03/22/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/
Majdi Fathi Sayyid

Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia
Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami
Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber :<br />
<a href="http://ummusalma.wordpress.com/2007/03/22/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/">http://ummusalma.wordpress.com/2007/03/22/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/</a></p>
<p>Majdi Fathi Sayyid</p>
<ol>
<li>Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia</li>
<li>Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami</li>
<li>Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.</li>
<li>Pilihlah waktu ynag tepat untuk meluruskan kesalahan suami.</li>
<li>Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.<span id="more-66"></span></li>
<li>Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.</li>
<li>Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.</li>
<li>Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.</li>
<li>Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.</li>
<li>Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.</li>
<li>Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.</li>
<li>Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.</li>
<li>Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.</li>
<li>Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.</li>
<li>Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesutu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.</li>
<li>Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.</li>
<li>Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya.</li>
<li>Janagn berlebih-lebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.</li>
<li>Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.</li>
<li>Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya</li>
<li>Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.</li>
<li>Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.</li>
<li>Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.</li>
<li>Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda.</li>
<li>Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya.</li>
<li>Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.</li>
<li>Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.</li>
<li>Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.</li>
<li>Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.</li>
<li>Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa.</li>
<li>Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.</li>
<li>Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.</li>
<li>Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yng dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.</li>
<li>Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.</li>
<li>Jauhilah sifat dusta karena hal itu kanmenyakitkannya.</li>
<li>Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.</li>
<li>Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuau kepadamu.</li>
</ol>
<p>Sumber: “Nasehat kepada para Muslimah”, bagian kedua, Fathi Majdi as-Sayyid., Pustaka Arafah, Cetakan I: April 2001/Muharram 1422H, hal.66-70</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2007/05/29/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are we prepared?</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2006/10/06/are-we-prepared/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2006/10/06/are-we-prepared/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 00:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2006/10/06/are-we-prepared/</guid>
		<description><![CDATA[sumber: rebutia2000 milist
arsip lama banget: http://unisa.f2o.org/artikel.php?view=124
When we are leaving this world for the next one, it shall be like a trip to another country.
Where details of that country won&#8217;t be found in glamorous travel Brochures but in the Holy Qur&#8217;aan and the Ahadiths. Where our plane won&#8217;t be British Airways, Gulf Air or American Airlines [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber: rebutia2000 milist<br />
arsip lama banget: <a href="http://unisa.f2o.org/artikel.php?view=124">http://unisa.f2o.org/artikel.php?view=124</a></p>
<p>When we are leaving this world for the next one, it shall be like a trip to another country.</p>
<p>Where details of that country won&#8217;t be found in glamorous travel Brochures but in the Holy Qur&#8217;aan and the Ahadiths. Where our plane won&#8217;t be British Airways, Gulf Air or American Airlines but Air Janazah.</p>
<p>Where our luggage won&#8217;t be the allowed 23 kgs but our deeds no matter how heavy they weigh. You don&#8217;t pay for excess luggage. They are carried free of charge. With your Creator&#8217;s compliment.<span id="more-47"></span></p>
<p>Where our dress won&#8217;t be a Pierre Cardin suit or the like but the white cotton shroud . Where our perfume won&#8217;t be Chanel, Paco Rabane, but the camphor and attar.</p>
<p>Where our passports won&#8217;t be British, French or American but Al Islam . Where our visa won&#8217;t be the 6 months leave to stay or else but the &#8220;La Illaha Illallah..&#8221;</p>
<p>Where the airhostess won&#8217;t be gorgeous females but Isra&#8217;iil and its like. Where the in-flight services won&#8217;t be 1st class or economy but a piece of beautifully scented or foul smelling cloth.</p>
<p>Where our place of destination won&#8217;t be Heathrow Terminal 1 or Jeddah International Terminal but the Graveyard. Where our waiting lounge won&#8217;t be nice carpeted and air-conditioned rooms but the 6 feet deep gloomy Qabar.</p>
<p>Where the Immigration Officer won&#8217;t be Her Majesty&#8217;s officers but Munkar and Nakeer. They only check out whether you deserve the place you yearn to go. Where there is no need for Customs Officers or detectors.</p>
<p>Where the transit airport will be Al Barzakh. Where our final place of destination will be either the Garden under which rivers flow or the Hellfire. This trip does not come with a price tag. It is free of charge. So your savings would not come handy. This flight can never be hijacked so do not worry about terrorists.</p>
<p>Food won&#8217;t be served on this flight so do not worry about your allergies or whether the food is Halal. Do not worry about legroom; you won&#8217;t need it, as your legs will become things of the past.</p>
<p>Do not worry about delays. This flight is always punctual. It arrives and leaves on time. Do not worry about the in-flight entertainment programme because you would have lost all your sense of joy. Do not worry about booking this trip, it has already been booked the day you became a foetus in your mother&#8217;s womb.</p>
<p>Ah! At last good news!</p>
<p>Do not worry about who will be sitting next to you. You will have the luxury of being the only passenger. So enjoy it while you can. If only you can!</p>
<p>One small snag though, this trip comes with &#8220;no warning&#8221;.<br />
ARE YOU PREPARED?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2006/10/06/are-we-prepared/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 kiat mendidik anak</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2006/07/05/30-kiat-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2006/07/05/30-kiat-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2006 00:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2006/07/05/30-kiat-mendidik-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: milis as-sunnah
Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal- hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: milis as-sunnah</p>
<p>Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal- hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:<span id="more-15"></span></p>
<p>1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca<br />
basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak<br />
mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red).<br />
Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang<br />
makan.</p>
<p>2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya<br />
mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam<br />
mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan<br />
jangan sampai mengotori pakaian.</p>
<p>3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus<br />
pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan<br />
kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu<br />
banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini<br />
untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut<br />
saja.</p>
<p>4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal<br />
makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu<br />
cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia<br />
melepaskannya.</p>
<p>5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan<br />
warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu<br />
hanya untuk kaumwanita.</p>
<p>6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya<br />
mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya<br />
hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-<br />
hal ini.</p>
<p>7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa<br />
bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka<br />
bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang<br />
jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia<br />
memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras<br />
kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang<br />
salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan<br />
memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.</p>
<p>8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur&#8217;an dan buku-<br />
buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur&#8217;an dengan tafsirnya,<br />
hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia<br />
juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah<br />
orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa<br />
mencintai dan menela-dani mereka.</p>
<p>Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy&#8217;ariyah,<br />
Mu&#8217;tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid&#8217;ah lainnya agar<br />
tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang<br />
banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat<br />
kemampuan anak.</p>
<p>9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya<br />
sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan<br />
jiwa.</p>
<p>10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-<br />
syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan<br />
kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.</p>
<p>11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan<br />
segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-<br />
kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan<br />
disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang<br />
dilakukannya tidak baik.</p>
<p>12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi<br />
di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan<br />
kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci<br />
dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi,<br />
sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh<br />
lagi dengan kemarahan.</p>
<p>13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi<br />
dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali<br />
pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan<br />
perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak<br />
bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan<br />
dari ayah.</p>
<p>14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan<br />
rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari<br />
jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan<br />
dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan<br />
dan melemahnya kondisi badan.</p>
<p>15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk<br />
karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam<br />
kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena<br />
terlalu lama tidur dan kurang gerak.</p>
<p>16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi,<br />
sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan<br />
bahwa itu tidak baik.</p>
<p>17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu<br />
pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah<br />
(atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa<br />
menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.</p>
<p>18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak<br />
(berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.</p>
<p>19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya,<br />
pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia<br />
ber-sikap tawadhu&#8217;, lemah lembut dan menghormati temannya.</p>
<p>20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu<br />
mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan<br />
rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan,<br />
melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.</p>
<p>21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari<br />
keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan<br />
menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap<br />
tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu<br />
adalah perbuatan mulia dan terhormat.</p>
<p>22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat<br />
umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama<br />
muslim dan banyak menguap.</p>
<p>23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan<br />
menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan<br />
memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak.<br />
Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah<br />
Shallallaahu alaihi wa sallam.</p>
<p>24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau<br />
dzikir kepada Allah.</p>
<p>25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau<br />
dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.</p>
<p>26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti<br />
melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-<br />
orang yang suka melakukan hal itu.</p>
<p>27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam<br />
kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan<br />
mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.</p>
<p>28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk<br />
melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar,<br />
membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.</p>
<p>29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus<br />
diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan<br />
bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan<br />
berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-<br />
perintah.</p>
<p>30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru,<br />
pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua.<br />
Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa<br />
mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).</p>
<p>31. Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa<br />
tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah<br />
ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di<br />
antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi<br />
pendidikan anak perempuan.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Dari mathwiyat Darul Qasim &#8220;tsalasun wasilah li ta&#8217;dib al abna&#8221;&#8221;<br />
asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah .<br />
Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2006/07/05/30-kiat-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

