<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uNisA &#187; Traveling</title>
	<atom:link href="http://blog.unisa81.net/category/travel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.unisa81.net</link>
	<description>... being a wiFe, a Mom</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 03:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Semalam di Singapura</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/08/25/semalam-di-singapura/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/08/25/semalam-di-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 09:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[[Personal] goresan...]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Kayak judul lagu ya  
Semalam di Singapura rasanya benar-benar seperti obat penawar. Walaupun cuma semalam. Menyusuri jalanan-jalanan yang aku kenal, pojok-pojok penuh kenangan dan tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah beberapa tahapan hidup. Seharian itu juga hati ini sedikit tercerahkan bahwa dulu pernah punya masa-masa yang sangat manis, bersama teman-teman yang sungguh menyejukkan. Dan sungguh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kayak judul lagu ya <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semalam di Singapura rasanya benar-benar seperti obat penawar. Walaupun cuma semalam. Menyusuri jalanan-jalanan yang aku kenal, pojok-pojok penuh kenangan dan tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah beberapa tahapan hidup. Seharian itu juga hati ini sedikit tercerahkan bahwa dulu pernah punya masa-masa yang sangat manis, bersama teman-teman yang sungguh menyejukkan. Dan sungguh aku mencintai mereka karena Allah. Karena keberadaan mereka pernah begitu memberi arti, bahkan setelah dipisahkan jarak dan waktu.</p>
<p>Bayangkan bahagianya hati ini bertemu mereka. jangankan berjumpa fisik, selama ini sekedar mengenang memori-memori lama atau sekedar saling berbalas kabar saja sudah begitu membahagiakan hati. Apalagi berjumpa mereka secara fisik. Memang benar bahwa persaudaraan itu tidak hanya terbatas pada ikatan darah.</p>
<p>Sore harinya alhamdulillah berkesempatan mengikuti acara bukber di KBRI, dan tak disangka-sangka jumpa banyak sekali sahabat di sana. Ada yang katanya sengaja datang ke KBRI karena ingin berjumpa. Subhanallah, pertemuan yang singkat namun sangat menyejukkan jiwa. Rasanya ingin menghentikan waktu.</p>
<p>Tak terasa sudah 11 tahun sejak hari pertama aku mengenal mereka, dan tentunya sudah banyak yang berubah. Ada yang udah pada repot dengan anak-anak masing-masing, dengan pasangan masing-masing, atau dengan kisah-kisah masing-masing. Senyum-senyum itu masih sama, pelukan hangat itu masih sama, bahkan binar mata, cara bicara dan joke-joke yang masih sama.</p>
<p>Rindu sekali..</p>
<blockquote><p>Senyuman yang tersirat di bibirmu<br />
Menjadi ingatan setiap waktu<br />
Tanda kemesraan bersimpul padu<br />
Kenangku di dalam doamu<br />
Semoga&#8230; Tuhan berkatimu</p></blockquote>
<p>Tak terasa malam menjelang, dan satu persatu kami harus saling pamit. Berat sekali rasanya, tapi memang kita tidak bisa terus-terusan tenggelam dalam nostalgia. Banyak sekali saling bertukar cerita, ada sedih ada bahagia. Di dalamnya insyaAllah terselip do&#8217;a do&#8217;a.</p>
<p>Sekitar pukul 10.30 PM Singapore time, tak terasa tinggal aku, my rumie semasa di hall 9 si penggemar Banmian serta bumil penggemar kucing yang jago masak. Kami ber-3 dulu pernah jadi juara-3 di Muslimah-Only-Competition unuk urusan tari menari, saat itu kami membawakan tari piring ^_^.</p>
<p>Kami susuri sepanjang jalan dari KBRI menuju bus-stop. Melanjutkan kembali kisah-kisah lama yang pernah ada. Semoga saja.. ya, semoga saja, bingkai kenanganini selalu menjadi pengikat hati-hati kami. Temans, engkau sungguh tak tergantikan&#8230;</p>
<p>Saat harus berpisah, dan mereka hilang dari pandangan, tiba2 syair nasyid Brothers, Do&#8217;a Perpisahan, berkumandang di telingaku :</p>
<blockquote><p>Pertemuan kita di suatu hari<br />
Menitikkan ukhuwah yang sejati<br />
Bersyukurku kehadap Illahi<br />
Di atas jalinan yang suci</p>
<p>Namun kini perpisahan yang terjadi<br />
Dugaan yang menimpa diri<br />
Bersabarlah diatas suratan<br />
Kutetap pergi jua</p>
<p>Kan kuutuskan salam ingatanku<br />
Dalam doa kudusku sepanjang waktu<br />
Ya Alloh bantulah hamba-Mu</p>
<p>Mencari hidayah dari pada-Mu<br />
Dalam mendidikan kesabaranku<br />
Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu<br />
Diatas perpisahan ini</p>
<p>Teman betapa pilunya hatiku<br />
Menghadapi perpisahan ini<br />
Pahit manis perjuangan<br />
Telah kita rasa bersama<br />
Semoga Allah meredhoi<br />
Persahabatan dan perpisahan ini<br />
Teruskan perjuangan</p>
<p>Kan kuutuskan salam ingatanku<br />
Dalam doa kudusku sepanjang waktu<br />
Ya Alloh bantulah hamba-Mu</p>
<p>Senyuman yang tersirat di bibirmu<br />
Menjadi ingatan setiap waktu<br />
Tanda kemesraan bersimpul padu<br />
Kenangku di dalam doamu<br />
Semoga&#8230; Tuhan berkatimu</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/08/25/semalam-di-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinner di Bandar Jakarta</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 03:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[[Keluarga]]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Akhir maret kemarin (2011)  tiba-tiba Abah ngajak Bundo ke Bandar jakarta, yaitu sejenis restoran seafood di ancol (di pinggiran pantai) yang terkenal kelezatannya. karena rutenya cukup jauh dari Ciputat, Bunda sempat agak ragu karena kasihan hafidz nanti kecapean. Maklum kita kan ga punya mobil, so harus gonta ganti kendaraam umum berkali2 yang tidak semuanya nyaman.
Eh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir maret kemarin (2011)  tiba-tiba Abah ngajak Bundo ke Bandar jakarta, yaitu sejenis restoran seafood di ancol (di pinggiran pantai) yang terkenal kelezatannya. karena rutenya cukup jauh dari Ciputat, Bunda sempat agak ragu karena kasihan hafidz nanti kecapean. Maklum kita kan ga punya mobil, so harus gonta ganti kendaraam umum berkali2 yang tidak semuanya nyaman.</p>
<p>Eh rupanya Abah merencanakan acara ini hanya untuk berdua saja. Selain jauh, rute yang akan ditempuh juga tidak nyaman untuk anak-anak. Selain itu memang sejak punya anak belum pernah bepergian berduaan ke suatu tempat dengan tujuan cuma untuk makan dan ngobrol. jadinya Bundo dan Abah pergi ke Ancol.</p>
<p>Karena daerahnya jauh, kami memutuskan naik kereta api dulu. Bukan karena murahnya saja tapi karena waktu yang ditempuh akan jauuuuuh lebih hemat. Bayangkan, untuk mencapai tanah abang dengan bis/angkot bisa memakan waktu 2-3 jam, tapi dengan kereta cuma 30 menit saja. namun dunia perkereta-api-an di waktu wik en tidak begitu ramah. Tidak ada kereta express dan sangat jaraaang ekonomi AC, bahkan KRL ekonomi biasa pun jarang.</p>
<p>Terpaksa deh kami naik kereta Diesel. Ternyata ga nyaman banget, bau aneka rupa, sumpek dan pedagang hilir mudik kesana kemari, nyenggol sana sini. Namun ya begitulah kondisi perkereta-apian di Jakarta. Ga bisa berharap banyak.</p>
<p>Akhirnya petualanganpun dimulai. Lama-lama kondisi yang ada dinikmatin aja. Untungnya jendela2 terbuka lebar so angin segar bisa menghambur masuk ke seantero ruangan. Kita turun di daerah Angke, dan kemudian bingung gimana nyambung ke Ancolnya. Dari Angke naik angkot yang brenti di daerah Asemka, dan dari sana akhirnya naik taksi ke Ancol tuk mencapai restoran.</p>
<p>Makanannya lumayan enak. Apalagi ikan, cumi dan seafood lainnya masih hidup ketika siap untuk dimasak. Segar lah pokoknya mah. Asyik sekali melewatkan early-dinner berdua sambil memandang suasana restoran yang rame serta melayangkan pandangan ke panorama lautan (yang menjorok ke daratan) dengan batas pandangan nun jauh ke samudra lepas. Indah sekali.</p>
<p>Suasana makin seru ketika Abah kemudian menyewa perahu yang memang biasa dipakai untuk keliling2 teluk, hanya untuk kami berdua saja. Bukannya mau sok romantis, emang karena pengunjung yang lain lagi pada asyik makan dan rombongan pelancong lainnya baru selesai muter2in teluk naik perahu yang lain. Harga sewa perahu ga terlalu mahal, satu perahu gede (kapasitas 15 orang) boleh disewa 50rb saja&#8230;</p>
<p>Namun seindah2nya bepergian berdua, tetep aja Bundo kangen anak-anak. Seribet apapun amunisi yang harus dibawa tiap kali ngajak mereka namun itu ga ada apa2nya dibanding kebahagiaan bisa menghabiskan waktu bareng anak-anak&#8230; precious banget dah pokoknya mah..</p>
<p>Pulangnya, kami naik taksi dari Ancol ke stasiun tanah Abang trus naik kereta ekonomi (soalnya yang Ac belum datang). Asyik juga naik kereta ekonomi, walau tanpa AC tapi ruangannya cukup lega. Cuma Rp.1500 saja, dan jauh lebih nyaman daripada kereta Diesel. banyak banget pedagang hilir mudik, dan bundo pun kalap belanja di atas kereta ekonomi hehe. Ngeborongin jepitan, peniti2, jarum2, sisir2 kecil sampe sebarek2  mainan anak2 yang murah meriah&#8230;</p>
<p>Nah gitu dulu deh kisahnya. Nanti kalo ada waktu mau ceritain perjalanan ke Kolam Renang Atlantis Ancol bareng Hafidz dan Hanif&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2011/04/20/dinner-di-bandar-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hafidz dan Hanif Liburan di Padang</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2010/10/20/hafidz-dan-hanif-liburan-di-padang/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2010/10/20/hafidz-dan-hanif-liburan-di-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 06:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hafidz]]></category>
		<category><![CDATA[[keluarga] Hanif]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung ada waktu luang, mari kita ngeblog perkembangan Hafidz dan Hanif&#8230;
Minggu lalu Bundo berkesempatan mengajak anak-anak liburan ke kampung halaman Bundo nun jauh di kota Padang. Usia Hanif yang 1 tahun kurang 1 minggu dan Hafidz 2 tahun 7 bulan Bundo anggap cukup ok untuk diajak bepergian naik pesawat terbang ke Kota Padang selama 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung ada waktu luang, mari kita ngeblog perkembangan Hafidz dan Hanif&#8230;</p>
<p>Minggu lalu Bundo berkesempatan mengajak anak-anak liburan ke kampung halaman Bundo nun jauh di kota Padang. Usia Hanif yang 1 tahun kurang 1 minggu dan Hafidz 2 tahun 7 bulan Bundo anggap cukup ok untuk diajak bepergian naik pesawat terbang ke Kota Padang selama 1 minggu. Uwak dan Ibu juga ikutan dooonk <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Diawali delay pesawat 6,5 jam</strong><br />
Semuanya antusias liburan kali ini, kecuali Uwak yg nampaknya takut naik pesawat terbang dan takut kepanasan di Padang <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Sayangnya awal perjalanan kami cukup mengecewakan akibat pesawat Batav*a yang kami tumpangi ditunda keberangkatannya dari jam 10.50 menjadi 17.30 dengan alasan yang kurang bisa diterima (akhirnya manajer nya didemo banyak orang). Bayangkaaaaaaaan! Sejak itu juga Bundo berjanji ga akan naik pesawat itu lagi&#8230; Jaman masih kuliah dulu Bundo pernah beli tiket pesawat Merpati ke Batam dan tiba2 tiket Bundo dinyatakan invalid. Setelah Bundo protes ke kantornya, bundo bukannya diganti tiket pesawat lain ke Batam namun langsung ke Singapura. Bandingkan dengan Bata**a yang jangankan mindahin kita ke pesawat lain dan menerbangkan segera, makan siang aja baru dapet di atas jam 2&#8230;. Yah, semua ini harus diambil hikmahnya <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Disambut keluarga besar</strong><br />
Kami tiba di Padang jam 8 malam dan disambut keluarga besar dengan antusias, apalagi Bundo semenjak menikah 3.5 thn yang lalu belum pernah pulang kampung. Hafidz dan Hanif langsung jadi idola sepupu2 Bundo yang rata2 juga masih anak2 (yang paling kecil 4thn umurnya). Hafidz sangat bahagia bertemu banyak kawan baru, walau masih kesulitan manggil mereka etek (tante/paman), lupa2 terus dan ujung2nya manggil &#8216;kakak&#8217;. Hanif agak rewel, mungkin karena kepanasan dan karena ASI Bundo yang mendadak turun drastis selama di Padang&#8230;.</p>
<p><strong>Di rumah Saja</strong><br />
Waktu liburan 1 minggu penuh nyaris kami habiskan di rumah saja. Selain karena ibu lagi sibuk ngurusin masalah pensiun, juga ada larangan dari nenek-kakek dan bbrp tante untuk membawa Hafidz dan Hanif perjalanan jauh ke luar kota Padang dengan berbagai alasan. Ya udah, Bundo mah ikuuuut aja, karena ga mau juga melanggar larangan dari keluarga. Toh tujuan utama Bundo pulang kan melepas kangen dengan keluarga besar <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bundo juga melepas rindu dengan kuliner di kampung, makan sate padang ala kakek-nenek yang lezat itu sepuas2nyaaa&#8230; juga cemilan2 kampung yang unik. Kami juga mendatangi rumah ceklok di tengah sawah dan menikmati sejuknya suasana di sana dibandingkan rumah nenek yang puanaaaaassss pol !</p>
<p><strong>Beratnya perpisahan<br />
</strong>Waktu 1 minggu ternyata singkaaaaaaaat banget. Tahu2 udah minggu subuh dan kami harus pulang lagi ke Jakarta. Beraaaaaaaaaaaaat sekali rasanya meninggalkan kampung ini. Rasanya kangen kepada keluarga belum pulih sedikitpun. Terutama kepada kakek dan nenek bundo yang udah tuaaaaaaaa banget. Kakek usianya udah hampir 90 tahun, dan nenek udah di atas 70 tahun. Untuk pertama kalinya kakek maksa ikut nganterin ke Bandara dan untuk pertama kalinya juga Bundo menangis dihadapan kakek dan nenek di bandara. Sediiiiiiiiiiiiiiiiiih sekali rasanya berpisah lagi dengan mereka..</p>
<p>Wahai kakek dan nenek, doakan kita sama2 masih diberi kesempatan umur untuk berjumpa kembali yaaaa <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hafidz dan Hanif belum begitu mengerti perpisahan, tapi sepupu2 Bundo di kampung sangat sedih berpisah dengan duo cilik ini&#8230; Yah, semoga kita ada kesempatan berjumpa lagi ya, wahai adik2ku <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bundo akhir2 ini juga kuatir dengan isu &#8216;gempa besar dan tsunami&#8217; yang katanya akan melanda kota Padang. Bundo udah liat sendiri sisa2 penderitaan Bangunan dan Penduduk Kota Padang akibat Gempa Besar 30 sept 2009 silam, dan Bundo ga kebayang jika itu terjadi lagi&#8230;</p>
<p>Salah satu hikmah spiritual perjalanan ke Padang minggu lalu kita jadi semakin merasakan besarnya kekuasaan Allah dan betapa ga berartinya diri dan kekuatan kita ini di hadapan Allah&#8230;</p>
<p>Wahai ranah na diapik gunung marapi jo singgalang, disinan denai tinggakan sanak sudaro. Disinan denai ukia cinto denai ka Ranah minang&#8230; Cinto nan sabana indak bisa dilukiskan&#8230; Walau denai jauah marantau namun kampuang tetap nan paliang dirindukan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2010/10/20/hafidz-dan-hanif-liburan-di-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Ramadhan-dulu dan sekarang</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2008/09/02/kenangan-ramadhan/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2008/09/02/kenangan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 09:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2008/09/02/kenangan-ramadhan-2004-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam ketika menikmati berbuka puasa sambil menimang Hafidz kecil (almost 6 months) yang berusaha menjangkau-jangkau piring di tangan saya, tiba-tiba saya tersadar bahwa ini adalah Ramadhan pertama saya bersamanya. Ramadhan yang rasanya begitu berbeda. Baru kali ditemani si mungil yang gemar tersenyum (beda banget ama emaknya yee..), dengan kejutan-kejutan baru setiap hari. Hadirmu sungguh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Tadi malam ketika menikmati berbuka puasa sambil menimang Hafidz kecil (almost 6 months) yang berusaha menjangkau-jangkau piring di tangan saya, tiba-tiba saya tersadar bahwa ini adalah Ramadhan pertama saya bersamanya. Ramadhan yang rasanya begitu berbeda. Baru kali ditemani si mungil yang gemar tersenyum (beda banget ama emaknya yee..), dengan kejutan-kejutan baru setiap hari. Hadirmu sungguh istimewa, Nak.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Kemudian tanpa direncanakan mengalirlah segala kilasan memori mengenai beberapa cerita ramadhan yang telah berlalu beberapa tahun terakhir :</span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">1999 :<br />
Ramadhan di penghujung tahun (Desember) dilewatkan bersama keluarga di Padang karena bertepatan dengan liburan semester 1. Pulang dari rantau (Bandung) dengan acara ‘pulang basamo’ bersama Unit Kesenian Minangkabau ITB (UKM-ITB), suatu organisasi yang mungkin paling melekat erat di hati saya sampai saat ini (meskipun hanya berada di sana 1 tahun lamanya) . </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="400" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/minang.jpg" height="267" style="width: 400px; height: 267px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">H-1 sebelum pulang ke Padang, saya sempat  &#8216;nongkrong&#8217; di TPB-ITB. Tak disangka ada pengumuman aplikasi <em>Singapore Scholarship. </em>Iseng-iseng saya coba mendaftar. Suatu keisengan yang <span id="more-162"></span>ternyata kemudian mengubah banyak hal dalam hidup saya kemudian.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2000 :<br />
Bulan ramadhan kembali dinikmati di kampung halaman karena bertepatan dengan liburan semester 1 (semester 1 lagi!) <a target="_blank" href="http://www3.ntu.edu.sg/SCE/">di Universitas yang baru</a>. Ini adalah ramadhan terakhir dimana saya masih bisa menyaksikan tradisi ‘balimau’. Yaitu suatu tradisi di Sumatera Barat, di hari H-1 ramadhan penduduk beramai-ramai membanjiri lokasi wisata sungai, danau dan laut untuk ‘membasahkan’ diri. Basah deeeh…</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2001  :<br />
Singapura! Sejak juli 2000 &#8211; sampai des 2005 saya tinggal di Singapura.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="401" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/sing.jpg" height="303" style="width: 401px; height: 303px" /><br />
</span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><br />
Ramadhan pertama di Singapura. Ketika <em>ngabuburit </em>di daerah Bugis, saya berbuka puasa di Mesjid Sultan. Sejak saat itu saya paham bahwa hampir di setiap mesjid di Singapura menyediakan ta&#8217;jil buka puasa. Saya dan teman-teman melakukan aktivitas buka puasa di <em>hall,</em> di komunitas dan di beberapa mesjid. Bahkan pernah nyasar ke mesjid &#8216;kuburan&#8217; di <em>Choa Chu Kang</em>.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Mesjid favorit saya adalah mesjid al Falah. Lantunan qur’an yang begitu indah, mesjid yang nyaman dan bersih, ta’jil buka puasa yang nikmat (duh, kangen sama buburnya!) dan makanan sahur saat I’tikaf yang sedap betul (kok orientasinya makanan? <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Itikaf paling indah ya di sana deh. Pesertanya sedikit, khusyuk, imamnya merdu, sepi dan makanannya uenaak (cumi bakar, ikan bakar, glek glek glek). Mahasiswa sejati pasti tergoda <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Tapi sungguh! Saya suka sekali mesjid yang satu ini. Ketika menjadi <em>volunteer </em>mendampingi calon <em>mualaf </em>di semacam-<em>islamic-center </em>Singapura, saya hampir selalu mengajak singgah dan berlama-lama di mesjid  ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="270" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/alFalah.jpg" height="126" style="width: 270px; height: 126px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2002 dan 2003 :<br />
Hampir sama dengan tahun 2001. Kehidupan ramadhan-nya mahasiswa di asrama.  Di tahun 2003 kita (mahasiswa NTU) sempat mengadakan <em>Tarhib</em> Ramadhan di Nanyang Roof Top yang dihadiri komunitas muslim Indonesia di Singapura. Ruameee! pada bawa anak-anak gitu deh, seru! Apalagi aktivitas &#8216;mengamankan&#8217; anak-anak.  </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="263" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/NanyangRT.jpg" height="197" style="width: 263px; height: 197px" /> </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Sampai sekarang saya tak bisa lupa teriakan seorang bocah yang sedang berusaha ‘diamankan’ oleh salah seorang akhwat karena ngotot lari-larian. Teriakannya begini : “ummmiiiii.. tolooooooong… aku dikejar-kejar oraaaaaaang”. Hehehe, siapa yaaaaa..? Alhamdulillah acara berlangsung sukses. </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di tahun-tahun itu juga banyak hal yang (rasanya) berubah dalam diri saya, terutama dari sisi cara pandang terhadap kehidupan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2004 :<br />
Saya telah bergabung dengan komunitas <em>Ah Beng Society , </em>plesetan untuk yang sudah sarjana, karena gelar yang melekat adalah B.Eng-<em>Bachelor of Engineering</em> (tapi entah kenapa di Jakarta sini di database kantor kata B.Eng diubah menjadi BOE, hiks hiks padahal susah payah mendapatkanya <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Kali ini saya menjalani ramadhan di Singapura dalam keadaan pengangguran. Aktivitas sehari-hari ‘celingukan’ di apartemen, masak-masak bareng <em>flatmate</em> (<em>currently</em> sudah menjadi ibu Zhaf and bunda khansa), ngajar private anak kelas 5 SD di Yishun, dan nongkrong malam atau sampai pagi di mesjid-mesjid favorit.  Mesjid Sultan dengan rumah makan minang yang OK punya juga suka jadi inceran. Jangankan puasa, hari kuliah biasa aja saya dan seorang sahabat (<em>curently </em>ummi yusuf) pernah bela-belain dari NTU (Jurong West) ke Bugis demi sepiring nasi Padang yang sedaaaap di rumah makan ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="307" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/rmSultan.jpg" height="230" style="width: 307px; height: 230px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> <img width="318" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/Sultan.jpg" height="238" style="width: 318px; height: 238px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Btw dulu saya seringkali sedih sepulang ngajar private. Entah kenapa itu murid kok kayaknya buenciii banget sama saya (hiks hiks), segala cara dilakukannya untuk mem’bangkang’. Tapi Alhamdulillah kebandelan itu hanya bertahan beberapa minggu, setelah itu dia tumbuh menjadi anak yang manis. Saya mengajar seluruh mata pelajaran, dan paling stress di Bahasa Melayu. Stres-stres lucu, habis bahasanya ‘aneh’ hehehe, terutama di pelajaran kata ulang dan nama-nama profesi dalam bahasa melayu.. haduuuuh, mending saya disuruh lari keliling lapangan sepakbola jam 11 malam dengan k&#8217;Dila (ini sih hobi)</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2005 :<br />
Udah kerja nih Alhamdulillah. Nge-apartemen di 664D (sepertinya sudah menjadi flat legendaris saat ini) bareng teman-teman yang sungguh menginspirasi (miss u all!). Saya masih suka nongkrong di Al-Falah (Somerset)  karena tidak begitu jauh dari kantor (Novena). </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2006 :<br />
Jakarta! Saya pindah ke Jakarta sejak Desember 2005 !</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="365" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/monas.jpg" height="323" style="width: 365px; height: 323px" /><br />
</span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> <br />
</span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Ramadhan pertama di Jakarta! Kota yang jedug-jedug banget deh dibanding Singapura <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Tapi yah so far saya enjoy-enjoy aja. Pindah domisili dari Apartemen cantik di barat Singapura ke kamar kos 2.5 kali 2.5 m di Kampung Bali Tanah Abang hehehe sedap! Petualangan hidup yang &#8217;berbeda&#8217; mulai saya lakoni. Alhamdulillah saya tidak terlalu kaget dengan kehidupan Jakarta meskipun 5.5 tahun sebelumnya tinggal di Singapura.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Ibu di Padang sempat senewen waktu saya bilang daerah sini terkenal sebagai tempat pengedaran narkoba jakarta. Tapi itu bukan gosip. Salah seorang ibu rumah tangga yang sering memijat anak kos di tempat kami ternyata seorang pengedar narkoba ! </span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Saya satu kos dengan 12 teman yang berasal dari berbagai penjuru tanah air yang (kebetulan lagi) sekantor dan seangkatan. Ruameee! </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="227" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/kos.jpg" height="168" style="width: 227px; height: 168px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di tahun ini saya lebih banyak bertemu kehidupan yang &#8216;keras&#8217;, lingkungan yang &#8216;tidak begitu ramah&#8217; mulai dari halaman rumah, jalan raya sampai kantor. Jakarta memang kota yang &#8216;luar biasa&#8217;. Saya tanpa sadar kerap kali membandingkannya dengan Singapura. Dua kota yang sangat berbeda dengan bentuk tantangan yang berbeda pula. Saya suka keduanya, karena telah mengajarkan saya tentang banyak hal. </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2007 :<br />
Ramadhan saat itu saya sudah ganti status, menjadi istri dan sedang hamil muda. Alhamdulillah tidak lagi mengarungi rimba raya Jakarta seorang diri (sudah ada &#8216;pahlawan berjenggot&#8217; yang rela menemani kemana-mana ^_^). </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="270" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/rmdhn/b2.jpg" height="205" style="width: 270px; height: 205px" /></span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Ramadhan ini istimewa, <em>dedek boy inside</em> sepertinya suka menolak segala makanan yang masuk, sehingga saya punya hobi baru, yaitu <em>muntah</em>. Tapi saya tetep suka ngotot pengen iftar dimana-mana walau kerepotan. Iftar paling jauuuh adalah bersama teman-teman IMB (Indonesian Muslim Blogger) di Pasar Minggu, nyasar sana sini walau akhirnya nyampe juga.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">O iya, sejak Ramadhan 2007 saya memutuskan untuk menjaga ibunda selamanya (kasihan di Padang seorang diri). Ibu yang sangat saya sayangi dan punya kisah hidup yang  luar biasa. Mulai saat itu beliau menetap di Jakarta bersama kami. Semoga saya mampu membaktikan diri demi kebahagiaanmu, wahai ibu. </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">2008 :<br />
Ramadhan kali ini saya &#8216;mengundang&#8217; nenek ke Jakarta. Kontrakan sungguh ramai dengan adanya ibu, nenek dan Hafidz (si pangeran senyum). Jauh sebelum sahur kami semua sudah dibangunkan dengan celotehan dan senyumnya yang mampu merontokkan segala penat. Entah kenapa Hafidz kecil sangat suka tersenyum. Pun tak pernah ketinggalan melewatkan buka puasa bersama kita semua dengan aksi guling-guling, celotehan dan senyumnya. Sungguh berwarna! Semoga, ramadhan kali ini tidak berlalu &#8216;begitu saja&#8217;.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2008/09/02/kenangan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Traveling] Edinburgh 2008</title>
		<link>http://blog.unisa81.net/2008/08/27/traveling-edinburgh-2008/</link>
		<comments>http://blog.unisa81.net/2008/08/27/traveling-edinburgh-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 07:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unisa81</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unisa81.net/2008/08/27/traveling-edinburgh-2008/</guid>
		<description><![CDATA[prolog
Tiba-tiba saya tergelitik untuk menuliskan sedikit pengalaman di Edinburgh setelah akhir-akhir ini mempunyai ketertarikan yang tinggi tentang travelling. Tanpa sadar ketika berada di toko buku saya mulai sering berlama-lama di buku-buku mengenai tempat-tempat menarik di seluruh dunia sambil berfikir-fikir, kapan ya bisa ke sana, buy the experience, mengunjungi tempat-tempat baru, budaya baru, sejarah sebuah peradaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">prolog</span></u></strong></p>
<p><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></u></strong><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Tiba-tiba saya tergelitik untuk menuliskan sedikit pengalaman di Edinburgh setelah akhir-akhir ini mempunyai ketertarikan yang tinggi tentang travelling. Tanpa sadar ketika berada di toko buku saya mulai sering berlama-lama di buku-buku mengenai tempat-tempat menarik di seluruh dunia sambil berfikir-fikir, kapan ya bisa ke sana, <em>buy the experience, </em>mengunjungi tempat-tempat baru, budaya baru, sejarah sebuah peradaban dan hal-hal lain yang berhubungan dengan tempat tersebut. Sepakat dengan perkataan Ibnu battuta: <em>Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a stranger</em>.</span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di usia kanak-kanak saya sempat berkhayal tentang 2 tempat yang sangat ingin saya kunjungi, yaitu Jepang dan Scotlandia.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> Alasannya sederhana saja. Jepang; saya sangat suka mendengar bahasa jepang yang terdengar ‘lucu’ dan penduduknya yang ‘terkesan’ ramah. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Scotlandia; tak lain adalah pengaruh dari film kartun ‘candy-candy’.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> Saya terpesona dengan baju tradisional yang dikenakan oleh Anthony, Archie dan Steir (tartan lengkap dengan bagpipe-nya). Dan sebuah adegan yang menjadi favorit saya sampai sekarang, ketika <em>so-called</em> <em>Prince of the Hill</em> lengkap dengan <em>Scottish outfit</em> dan <em>bagpipe</em> menghibur candy kecil (6 thn) yang sedang menangis sambil berkata “</span><em><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="EN">&#8220;Little girl, you are prettier when you smile than when you cry&#8221;.</span></em><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="EN">  Anak-anak kadang punya cita-cita yang alasannya &#8216;gak jelas&#8217; <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="EN"><img width="410" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/1.jpg" height="307" style="width: 410px; height: 307px" /><br />
</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><br />
<strong><u>On the way to<br />
</u></strong>Maka pada suatu kesempatan yang mungkin tidak akan terulang lagi, berangkatlah saya ke Edinburgh setelah beberapa hari di London. Menuju Heathrow setelah menghabiskan beberapa jam di Bicister yang katanya wajib dikunjungi. Menurut saya yang lebih suka <em>‘buy the experience’ </em>instead of belanja, Bicister adalah <span id="more-160"></span>tempat yang justru tidak perlu dikunjungi hehehe. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di Lounge Heathrow terminal &#8217;sekian&#8217; (lupa!) saya agak menyesal tidak sempat mencicipi masakan india yang penampakannya sungguh menggoda (padahal di London nyaris gak ketemu nasi). Tak lain karena setiap kesempatan yang memungkinkan selalu saya gunakan untuk memerah ASI (bahkan di dalam pesawat dengan menyelubungi seluruh tubuh dengan sarung dan jaket). Ibu yang baik kan gw <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Pesawat <em>British Airways</em> memporakporandakan <em>image </em>pramugari yang harus begono begini sebagaimana telah terdoktrin di kepala saya sejak kecil. Pramugari BA <em>physically  </em>nyaris berbanding terbalik dengan pramugari <em>Singapore Airlines</em> (atau bahkan pesawat domestic nusantara). Rata-rata tidak lagi muda (mungkin di atas 40thn) dengan <em>make up </em>seadanya dan kerutan-kerutan wajah yang jelas. Bahkan ada diantaranya yang jauuuh lebih gemuk dari saya  (catet: jauuuh!). Hal paling menarik adalah dialeknya. Aneh. Sangat berbeda dengan dialek inggris di London. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">City of Edinburgh</span></u></strong></p>
<p><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></u></strong><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Edinburgh adalah ibukota Scotlandia, dan kota terbesar ke-2 setelah Glassgow (CMIIW). Berada di sini menciptakan kesan yang sangat kuat tentang masa lalu. Layaknya sebuah kota yang dinobatkan sebagai salah satu <em>“UNESCO World Heritage Site”</em>, di sini akan kita jumpai bangunan-bangunan dengan corak <em>Georgian architecture </em>(abad ke XVIII).  </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Jalanan kota sangat sepi (kata mr.Wiki, penduduknya sekitar 500ribu jiwa sahaja). Berjalan kaki kemanapun sangat menyenangkan. Jalanan yang kecil, rapi dan lengang. Hampir di setiap sudut kota ditemukan patung-patung besar berdiri megah di atas pilar-pilar.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="360" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/2.jpg" height="265" style="width: 360px; height: 265px" /> </span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="221" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/3.jpg" height="307" style="width: 221px; height: 307px" /></span></p>
<p></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><strong><u>Castle of Edinburgh (<a href="http://www.edinburghcastle.biz/"><span style="color: blue">http://www.edinburghcastle.biz/</span></a>)</u></strong></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> Ini adalah tempat yang ‘katanya’ wajib dikunjungi . Terletak di area yang sangat tinggi (perbukitan) dan terlihat jelas dari <em>Princess Street Garden</em>. Tempat ini dulunya adalah pusat kegiatan militer (bahkan sampai saat ini beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kemiliteran masih dilakukan di sana). Saat ini juga menjadi salah satu pusat kunjungan wisata di Edinburgh</span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="351" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/4.jpg" height="265" style="width: 351px; height: 265px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="283" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/5.jpg" height="215" style="width: 283px; height: 215px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di dalam castle terdapat <em>National War Museum of Scotland </em>yang memberikan gambaran mengenai perkembangan kegiatan kemiliteran di scotlandia, dengan ilustrasi yang sangat menarik baik berupa display, panel, film, diorama, gambar-gambar dan audio. Tidak hanya di dalam museum, bahkan di area sekitar castle masih dapat kita jumpai meriam-meriam yang dipakai jaman dahulu kala untuk berperang.<br />
</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><br />
</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="355" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/6.jpg" height="265" style="width: 355px; height: 265px" /><br />
<br clear="all" />Di dalam kompleks castle terdapat banyak situs yang sangat menarik. Selama perjalanan di dalam castle kita dapat menyewa <em>Audio Companion </em>seharga 3 poundsterling. Alat ini akan menjelaskan mengenai situs-situs tertentu yang menjadi <em>object of interest</em> pengunjung untuk kemudian diberikan penjelasan lebih lanjut.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Diantara adalah <em>The Scottish National War Memorial in Crown Square</em> (gambar di bawah ini).  </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="307" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/7.jpg" height="230" style="width: 307px; height: 230px" />  </span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Dari bagian atas <em>castle</em> kita dapat melayangkan pandangan untuk melihat kota Edinburgh secara keseluruhan sampai ke garis pantai.    </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> </span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="355" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/9.jpg" height="265" style="width: 355px; height: 265px" /></span></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="355" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/10.jpg" height="265" style="width: 355px; height: 265px" /></span></p>
<p></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="355" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/11.jpg" height="256" style="width: 355px; height: 256px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="355" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/12.jpg" height="265" style="width: 355px; height: 265px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di bawah ini adalah bagian dari <em>castle </em>yang sengaja didedikasikan untuk area pekuburan binatang kesayangan para bangsawan yang telah berjasa. (ada juga yaa begituan hehehe..). Most of the binatang adalah the dog. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="410" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/13.jpg" height="307" style="width: 410px; height: 307px" /> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Royal Mile<br />
</span></u></strong><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Tempat lain yang sempat saya kunjungi adalah <em>The Royal Mile. </em>Royal mile ini mungkin sejenis <em>orchard road </em>nya Singapore kali ya? (maybe..!). Yang jelas meliputi ruas jalan mulai dari <em>castle of Edinburgh </em>sampai ke <em>Holyrood Abbey</em>. Sepertinya ini salah satu daerah pusat perturisan. Sepanjang jalan dilengkapi dengan toko-toko souvenir (yang harganya lebih murah ketimbang di <em>castle</em>), dan tentunya diapit oleh gedung-gedung bernuansa abad 18. Berlama-lama di sini sangat menyenangkan. Cuma yaa seperti biasa deh, kagak ade makanan halalnyoo.. <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="285" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/14.jpg" height="215" style="width: 285px; height: 215px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="307" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/15.jpg" height="256" style="width: 307px; height: 256px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="410" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/16.jpg" height="307" style="width: 410px; height: 307px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="325" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/17.jpg" height="245" style="width: 325px; height: 245px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Sepertinya banyak tempat-tempat menarik lainnya di sini, namun karena waktu yang sangat singkat, tak banyak hal yang sempat saya telusuri. </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">O iya, kebetulan juga saat itu sedang ada pawai militer. Jadi daerah ini dilewati oleh tentara Scotland yang baru pulang dari medan perang (katanya..) dan sedang berpawai menuju <em>castle</em>. Tentara disini cukup dipuja-puja oleh rakyatnya(sepertinya lho..), karena santer terdengar ucapan “we love you…!”, “we love you..!” . Para tentara pun tersipu-sipu malu.. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><strong><u><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">University of Edinburg, Library of Scotland dan Bank of Scotland<br />
</span></u></strong><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Semepet apapun waktu yang tersedia, saya tetap menyempatkan diri mampir ke University of Edinburgh. Kebetulan salah satu temen kuliah waktu di NTU sedang menyelesaikan S2 nya di sana. Saya diantar berkeliling universitas (yang lagi-lagi dipenuhi bangunan kuno). Menurut saya lebih tepat dijadikan lokasi film horor ketimbang university he.. he.. he <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Sempat bersua dengan mesjid di daerah sekitar university.Saya juga diantar mengunjungi salah satu bukit yang cukup terkenal di sana (duh, namanya lupa) yang berseberangan langsung dengan Arthur’s Seat (namanya itu bukan ya..). Thx so much ya Koala yang super baik hati dan sempat menawarkan mau memasakkan nasi untukku ^_^. Anyway, kita sempat nungguin Halal food yang ternyata baru buka jam 12. </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Saya juga sempat mengunjungi National Library of Scotland walau hanya beberapa menit. Yah lumayan lah buat melihat beberapa koleksi yang dirawat dengan sangat baik. Dan tentunya untuk sekedar berpose <img src='http://blog.unisa81.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="410" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/18.jpg" height="307" style="width: 410px; height: 307px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="385" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/19.jpg" height="400" style="width: 385px; height: 400px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="510" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/20.jpg" height="380" style="width: 510px; height: 380px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Demikianlah sekelumit kisah perjalan ke Edinburgh, Scotlandia. Moga2 suatu saat ada kesempatan berkunjung kembali ke sana.</span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></p>
<blockquote><p><strong><u>Tips </u></strong>:</p>
<ol>
<li>Di Edinburgh susah sekali mencari makanan halal (kalaupun ada paling baru buka jam 12 siang! dah keburu laper). Karena itu siapkan diri dengan mie instant, coklat dan makanan2 instan lainnya.</li>
<li>Perhatikan waktu sholat. Saat saya di Edinburgh, siang terasa begitu panjang. jam 10 malam masih seperti jam 5 sore. Sehingga sangat sulit menentukan kapan mulainya waktu magrib.</li>
</ol>
</blockquote>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'">Di lain kesempatan saya akan menceritakan pengalaman berada di London selama beberapa hari.   </span><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"> </span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"><img width="510" src="http://blog.unisa81.net/jpeg/edin/21.jpg" height="380" style="width: 510px; height: 380px" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Arial','sans-serif'"></span></p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unisa81.net/2008/08/27/traveling-edinburgh-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

