Kapan ya

Kapan ya ada waktu buat ngeblog lagi.
Blog yang asli (blog.unisa81.net) dah lama terbengkalai, apalagi Multiply, cuma dipakai buat nyamper2in postingan2 contacts…

Yang lumayan terurus (itupun oleh Abah) web dagangan kita, www.grosirbajukoko.com dan unisa81.com. Terurus juga bukan dalam artian content update, tapi usaha-usaha meningkatkan ratingnya di internet. Alhamdulillah sempat ada tawaran syuting dari salah satu stasiun TV, tapi kami belum siap nampaknya, soalnya secara offline tokonya hanya menempati lemari2 kecil di kontrakan kami…. Moga-moga kalau ada tawaran lagi lebih siap..

Sejak pindah direktorat, perlu waktu banget untuk menyesuaikan diri. Terutama time schedule. Dari yang tadinya cuma nempel ama 1 projek, sekarang jadi banyak. Nulis kok maleeeeeeees aja. Yang ada malah bawa kerjaan pulang, walau akhirnya kertas-kertas itu diacak-acak, dirobek-robek, dan tak jarang digigit ama Hafidz…

Mumpung ada waktu bentar sebelum ke dr ony, coret2 aaah… Ntar aja kerjaannya dilanjutin di rumah :( . Kangen ngeblog..

Nak Hafidz makin besar, insyaAllah mau 18 bulan, dan 3 bulan lagi insyaAllah punya adik laki-laki :) . Hafidz anaknya suka terkesan cuek, apalagi kalau diajak ngobrol. Senangnya maiiiiiin sendiri. Tapi kalau bundo ama abah pura-pura ngobrol ama bantal atau cicak di dinding, baru deh Hafidz ikut-ikutan nyeletuk, mendekat, lalu peluk-peluk bundo cari perhatian…

Kalau ngeliat Hafidz suka inget Nurul (anaknya mb Anom) yang dulu juga suka pura-pura diem, tapi tiba-tiba suka nyeletuk.

O iya, Hafidz seneng banget disuruh ngikutin solat. Kalau dibilangin “Hafidz, bundo atau abah mau sholat, Nak..” Langsung deh buru-buru lari ke kamar ambil sajadah, digelar trus sujud. Sujudnya lamaaaaaa banget sambil celingukan. Tapi ’sujud’ versi Hafidz itu gabungan antara sujud dan rukuk (hayooo.. kebayang gak.. hehehe). Begitu juga kalau ada yang sholat, buru-buru duduk di depan trus senyum-senyum. Masih belum tahu gimana cara memberi Hafidz pengertian supaya duduknya di samping aja…

Cerita apa lagi ya..
itu dulu deh ^_^

Temans,
Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan
Semoga Ramadhan ini menjadi salah satu yang terbaik dalam hidup kita. Amiiiin

Hafidz 16 bulan

Rasanya udah lama sekali tidak meng-update perkembangan Hafidz di Blog.

  1. Alhamdulillah sejak sering-sering dibawa ke Taman Menteng di Minggu Pagi, Hafidz mau serius berjalan. Jadinya Hafidz benar-benar berjalan (tanpa diselingi merangkak) di usia mencapai 13 bulan. Mungkin terhitung agak telat ya…
  2. Untuk anak-anak seusianya Hafidz juga cenderung ’sibuk’ (kecuali di lingkungan yang baru), tidak bisa lama-lama berdiam diri di satu tempat dan sibuk menjelajahi, memanjat, mengamati barang2, mengguncang2 apapun
  3. kadang2 masih suka diam-diam memasukkan benda-benda baru ke mulut, tapi Continue reading →

Telah Terbit : La Tahzan for Working Mothers. Beli ya…

Numpang promosi buku baru, terbitan Forum Lingkar Pena.
Senangnya bisa ikutan nulis keroyokan dengan penulis favorit saya (mb Izzatul Jannah) dan penulis-penulis lainnya ^_^

Apakah cinta itu berarti harus selalu ada setiap saat? Apakah bukti cinta berarti dapat dipeluk kapan saja saat hati merana? Tak pernah pergi walau sesaat? Apakah cinta berarti menjadi sosok yang pertama kali terlihat saat mata terbuka, dan menjadi yang terakhir ditatap saat mata terpejam?

Beberapa ibu rumah tangga yang Continue reading →

Setelah menonton “Ketika Cinta Bertasbih – The Movie”

“Jika saya punya anak gadis seperti Anna, lalu datang dua lelaki yang melamarnya, yang satu sangat serius belajar dan sedang menyelesaikan program masternya, sedangkan yang satu (belum lulus s1) dan sibuk berjualan tempe dan bakso, kira-kira yang mana yang akan saya pilih?” demikian kira-kira petikan ucapan ustadz Mujab kepada Azzam.

Dialog ini salah satu yang paling membekas dalam diri saya setelah menonton film ini. Tentunya tiap penonton akan membawa pulang kesan yang berbeda. Tapi bagi saya inilah salah satu realitas hidup sesungguhnya yang kadang-kadang oleh Continue reading →

Saat terindah

Akhir-akhir ini berada di kantor rasanya begitu melelahkan. Apalagi sudah lama tidak bergaul dengan komunitas orang-orang sholeh. Rasa tidak ada penawar :P . Tapi tak tahu lagi hendak cari di mana komunitas itu, sebab arti dari ‘keinginan’ berkumpul dengan orang-orang sholeh saat ini artinya harus siap membahas dunia politik… dan aku tidak siap….

Namun tetap ada momen-momen terindah yang rasanya mengguyur segala penat, letih, dan duka lara. Ianya adalah ketika melihat senyum anak-anakku (eits, 1 lagi masih di dalam ^_^, tapi serasa udah bisa senyum aja he.. he…)

Senyummu Nak,
adalah bahagia tiada akhir.

Kematian dekat saja

Kami disambut oleh lelaki itu dan keluarganya dengan ceria, seolah hari itu adalah hari yang biasa saja sama seperti hari lainnya. Lelaki itu masih cukup muda, mungkin belum sampai 30 tahun usianya. Namun mendung di wajahnya tak bisa sempurna disembunyikan, pun raut-raut keletihan dan kelelahan yang terlihat jelas. Kami mengamati di daerah tengkuk terdapat bekas di’bekam’.

Setelah sejenak berbincang-bincang dengan beliau dan keluarga, kami kemudian dikejutkan oleh seorang bocah usia 3 tahun yang dengan cerianya berlarian memasuki ruangan, dan berusaha mengeluarkan serta memainkan beberapa benda yang menarik hatinya. Lucu! menggemaskan :) , khasnya anak kecil.

Bocah itu telanjang dengan bekas air mandi  menetes dari seluruh tubuhnya. Sang bocah diikuti oleh neneknya yang sibuk mengejar-ngejar sambil  Continue reading →

Lamaran Euy

Subhanallah…
Hati ini berbunga-bunga, sungguh riang tak terkira…
Semoga dimudahkan yaaa urusannya…

Dikau yang akan menjalani itu, tapi aku yang tiap hari tak bisa berhenti tersenyum dan gembira sangat.
Sangat…
Sungguh sangat bahagia untukmu…

Jika air mata ini tumpah, haru…
Sungguh karena rasa bahagia yang rasanya meluap-luap memenuhi rongga dada…

Tak sabar berjumpa denganmu dan menggenggam erat tanganmu…

Semoga selalu dimudahkan urusanmu dan indah hendaknya jalan yang akan kau tempuh menuju ke sana, maupun kesudahannya…
InsyaAllah barokah juga pada akhirnya, karena kutahu engkau sungguh sekuntum bunga indah yang layak bertaburkan benih iman pilihan..

Sejak Kapan Baju Adat Minangkabau Ketat Menerawang?

Pada kesempatan ini saya ingin ikut menyuarakan unek-unek dunsanak, uni-uni dan kawan-kawan di milis wanira (wanita minang perantauan) tentang baju Adat Pengantin MinangKabau yang akhir-akhir ini makin mengalami modifikasi yang membuat ‘mato kalimpanan’ (kelilipan-red).

Baju-baju adat MinangKabau yang kami pahami biasanya adalah semacam baju kurung yang longgar (tidak ketat), tebal (tidak transparan, tidak menerawang, tidak tembus pandang), sopan, tertutup mulai dari leher sampai ke mata kaki dan dihiasi dengan Continue reading →